Aren't you something to admire
Bukankah kau sesuatu 'tuk dipuja
'Cause your shine is something like a mirror
Karena sinarmu bak cermin
And I can't help but notice
Dan tak bisa kutahan diri tuk memperhatikan
You reflect in this heart of mine
Kau terpantul di hatiku ini
If you ever feel alone and the glare makes me hard to find
Jika kau pernah merasa sendiri dan cahaya membuatku sulit tuk temukan
Just know that I'm always parallel on the other side
Ketahuilah, aku selalu sejajar di sisi lainnya
PRE-CHORUS
'Cause with your hand in my hand and a pocket full of soul
Karena dengan menggenggam tanganmu dan saku penuh dengan jiwa
I can tell you there's no place we couldn't go
Bisa kuyakinkan dirimu tak ada tempat yang tak bisa kita tuju
Just put your hand on the glass, I'm here trying to pull you through
Taruhlah tanganmu di kaca, aku di sini mencoba tuk sembuhkanmu
You just gotta be strong
Kau hanyalah harus kuat
CHORUS
'Cause I don't wanna lose you now
Karena aku tak ingin kehilanganmu
I'm looking right at the other half of me
Sedang kutatap separuh jiwaku
The vacancy that sat in my heart
Kehampaan yang menghuni hatiku
Is a space that now you hold
Adalah ruang yang kini kau huni
Show me how to fight for now
Tunjukkan padaku cara tuk berjuang
And I'll tell you, baby, it was easy
Dan kan kuyakinkan dirimu, kasih, sungguh mudah
Coming back into you once I figured it out
Tuk kembali padamu saat kutemukan caranya
You were right here all along
Selama ini kau terus di sini
It's like you're my mirror
Seolah kau adalah cerminku
My mirror staring back at me
Cerminku yang membalas tatapanku
I couldn't get any bigger
Aku tak bisa lebih besar lagi
With anyone else beside of me
Bersama orang lain di sisiku
And now it's clear as this promise
Dan kini jelaslah sudah seperti janji ini
That we're making two reflections into one
Bahwa kita sedang menyatukan dua bayangan
'Cause it's like you're my mirror
Karena seolah kau adalah cerminku
My mirror staring back at me, staring back at me
Cerminku yang membalas tatapanku
Aren't you something, an original
Bukankah kau sesuatu yang asli
'Cause it doesn't seem merely assembled
Karena ini tampaknya tak sekedar rakitan
And I can't help but stare
Dan tak bisa kutahan diriku tuk memandang
'Cause I see truth somewhere in your eyes
Karena kulihat kebenaran di matamu
Ooh I can't ever change without you
Ooh aku tak bisa berubah tanpamu
You reflect me, I love that about you
Kau memantulkanku, aku suka itu darimu
And if I could, I would look at us all the time
Dan andai kubisa, kan kupandangi kita sepanjang waktu
PRE-CHORUS
CHORUS
Yesterday is history
Kemarin adalah sejarah
Tomorrow's a mystery
Esok adalah misteri
I can see you looking back at me
Bisa kulihat kau membalas tatapanku
Keep your eyes on me
Teruslah menatapku
Baby, keep your eyes on me
Kasih, teruslah menatapku
CHORUS
You are you are the love of my life (10x)
Kau adalah cinta dalam hidupku
Now you're the inspiration for this precious song
Kau adalah inspirasi bagi lagu istimewa ini
And I just wanna see your face light up since you put me on
Dan aku hanya ingin melihat wajahmu berbinar sejak kau getarkanku
So now I say goodbye to the old me, it's already gone
Maka kini kuucapkan selamat tinggal pada diriku yang dulu, semua itu sudah berlalu
And I can't wait wait wait wait wait to get you home
Dan aku tak sabar untuk membawamu pulang
Just to let you know, you are
Agar kau tahu, kau adalah
You are you are the love of my life (8x)
Kau adalah cinta dalam hidupku
Girl you're my reflection, all I see is you
Kasih, kau adalah pantulanku, yang kulihat hanyalah dirimu
My reflection, in everything I do
Pantulanku, segala yang kulakukan
You're my reflection and all I see is you
Kau adalah pantulanku dan yang kulihat hanyalah dirimu
My reflection, in everything I do
Pantulanku, segala yang kulakukan
You are you are the love of my life (16x)
Kau adalah cinta dalam hidupku
Sumber : http://terjemah-lirik-lagu-barat.blogspot.co.id/2013/04/mirrors-justin-timberlake.html
Selasa, 02 Agustus 2016
Mirrors by Justin Timberlake
Aren't you something to admire
Bukankah kau sesuatu 'tuk dipuja
'Cause your shine is something like a mirror
Karena sinarmu bak cermin
And I can't help but notice
Dan tak bisa kutahan diri tuk memperhatikan
You reflect in this heart of mine
Kau terpantul di hatiku ini
If you ever feel alone and the glare makes me hard to find
Jika kau pernah merasa sendiri dan cahaya membuatku sulit tuk temukan
Just know that I'm always parallel on the other side
Ketahuilah, aku selalu sejajar di sisi lainnya
PRE-CHORUS
'Cause with your hand in my hand and a pocket full of soul
Karena dengan menggenggam tanganmu dan saku penuh dengan jiwa
I can tell you there's no place we couldn't go
Bisa kuyakinkan dirimu tak ada tempat yang tak bisa kita tuju
Just put your hand on the glass, I'm here trying to pull you through
Taruhlah tanganmu di kaca, aku di sini mencoba tuk sembuhkanmu
You just gotta be strong
Kau hanyalah harus kuat
CHORUS
'Cause I don't wanna lose you now
Karena aku tak ingin kehilanganmu
I'm looking right at the other half of me
Sedang kutatap separuh jiwaku
The vacancy that sat in my heart
Kehampaan yang menghuni hatiku
Is a space that now you hold
Adalah ruang yang kini kau huni
Show me how to fight for now
Tunjukkan padaku cara tuk berjuang
And I'll tell you, baby, it was easy
Dan kan kuyakinkan dirimu, kasih, sungguh mudah
Coming back into you once I figured it out
Tuk kembali padamu saat kutemukan caranya
You were right here all along
Selama ini kau terus di sini
It's like you're my mirror
Seolah kau adalah cerminku
My mirror staring back at me
Cerminku yang membalas tatapanku
I couldn't get any bigger
Aku tak bisa lebih besar lagi
With anyone else beside of me
Bersama orang lain di sisiku
And now it's clear as this promise
Dan kini jelaslah sudah seperti janji ini
That we're making two reflections into one
Bahwa kita sedang menyatukan dua bayangan
'Cause it's like you're my mirror
Karena seolah kau adalah cerminku
My mirror staring back at me, staring back at me
Cerminku yang membalas tatapanku
Aren't you something, an original
Bukankah kau sesuatu yang asli
'Cause it doesn't seem merely assembled
Karena ini tampaknya tak sekedar rakitan
And I can't help but stare
Dan tak bisa kutahan diriku tuk memandang
'Cause I see truth somewhere in your eyes
Karena kulihat kebenaran di matamu
Ooh I can't ever change without you
Ooh aku tak bisa berubah tanpamu
You reflect me, I love that about you
Kau memantulkanku, aku suka itu darimu
And if I could, I would look at us all the time
Dan andai kubisa, kan kupandangi kita sepanjang waktu
PRE-CHORUS
CHORUS
Yesterday is history
Kemarin adalah sejarah
Tomorrow's a mystery
Esok adalah misteri
I can see you looking back at me
Bisa kulihat kau membalas tatapanku
Keep your eyes on me
Teruslah menatapku
Baby, keep your eyes on me
Kasih, teruslah menatapku
CHORUS
You are you are the love of my life (10x)
Kau adalah cinta dalam hidupku
Now you're the inspiration for this precious song
Kau adalah inspirasi bagi lagu istimewa ini
And I just wanna see your face light up since you put me on
Dan aku hanya ingin melihat wajahmu berbinar sejak kau getarkanku
So now I say goodbye to the old me, it's already gone
Maka kini kuucapkan selamat tinggal pada diriku yang dulu, semua itu sudah berlalu
And I can't wait wait wait wait wait to get you home
Dan aku tak sabar untuk membawamu pulang
Just to let you know, you are
Agar kau tahu, kau adalah
You are you are the love of my life (8x)
Kau adalah cinta dalam hidupku
Girl you're my reflection, all I see is you
Kasih, kau adalah pantulanku, yang kulihat hanyalah dirimu
My reflection, in everything I do
Pantulanku, segala yang kulakukan
You're my reflection and all I see is you
Kau adalah pantulanku dan yang kulihat hanyalah dirimu
My reflection, in everything I do
Pantulanku, segala yang kulakukan
You are you are the love of my life (16x)
Kau adalah cinta dalam hidupku
Sumber : http://terjemah-lirik-lagu-barat.blogspot.co.id/2013/04/mirrors-justin-timberlake.html
Bukankah kau sesuatu 'tuk dipuja
'Cause your shine is something like a mirror
Karena sinarmu bak cermin
And I can't help but notice
Dan tak bisa kutahan diri tuk memperhatikan
You reflect in this heart of mine
Kau terpantul di hatiku ini
If you ever feel alone and the glare makes me hard to find
Jika kau pernah merasa sendiri dan cahaya membuatku sulit tuk temukan
Just know that I'm always parallel on the other side
Ketahuilah, aku selalu sejajar di sisi lainnya
PRE-CHORUS
'Cause with your hand in my hand and a pocket full of soul
Karena dengan menggenggam tanganmu dan saku penuh dengan jiwa
I can tell you there's no place we couldn't go
Bisa kuyakinkan dirimu tak ada tempat yang tak bisa kita tuju
Just put your hand on the glass, I'm here trying to pull you through
Taruhlah tanganmu di kaca, aku di sini mencoba tuk sembuhkanmu
You just gotta be strong
Kau hanyalah harus kuat
CHORUS
'Cause I don't wanna lose you now
Karena aku tak ingin kehilanganmu
I'm looking right at the other half of me
Sedang kutatap separuh jiwaku
The vacancy that sat in my heart
Kehampaan yang menghuni hatiku
Is a space that now you hold
Adalah ruang yang kini kau huni
Show me how to fight for now
Tunjukkan padaku cara tuk berjuang
And I'll tell you, baby, it was easy
Dan kan kuyakinkan dirimu, kasih, sungguh mudah
Coming back into you once I figured it out
Tuk kembali padamu saat kutemukan caranya
You were right here all along
Selama ini kau terus di sini
It's like you're my mirror
Seolah kau adalah cerminku
My mirror staring back at me
Cerminku yang membalas tatapanku
I couldn't get any bigger
Aku tak bisa lebih besar lagi
With anyone else beside of me
Bersama orang lain di sisiku
And now it's clear as this promise
Dan kini jelaslah sudah seperti janji ini
That we're making two reflections into one
Bahwa kita sedang menyatukan dua bayangan
'Cause it's like you're my mirror
Karena seolah kau adalah cerminku
My mirror staring back at me, staring back at me
Cerminku yang membalas tatapanku
Aren't you something, an original
Bukankah kau sesuatu yang asli
'Cause it doesn't seem merely assembled
Karena ini tampaknya tak sekedar rakitan
And I can't help but stare
Dan tak bisa kutahan diriku tuk memandang
'Cause I see truth somewhere in your eyes
Karena kulihat kebenaran di matamu
Ooh I can't ever change without you
Ooh aku tak bisa berubah tanpamu
You reflect me, I love that about you
Kau memantulkanku, aku suka itu darimu
And if I could, I would look at us all the time
Dan andai kubisa, kan kupandangi kita sepanjang waktu
PRE-CHORUS
CHORUS
Yesterday is history
Kemarin adalah sejarah
Tomorrow's a mystery
Esok adalah misteri
I can see you looking back at me
Bisa kulihat kau membalas tatapanku
Keep your eyes on me
Teruslah menatapku
Baby, keep your eyes on me
Kasih, teruslah menatapku
CHORUS
You are you are the love of my life (10x)
Kau adalah cinta dalam hidupku
Now you're the inspiration for this precious song
Kau adalah inspirasi bagi lagu istimewa ini
And I just wanna see your face light up since you put me on
Dan aku hanya ingin melihat wajahmu berbinar sejak kau getarkanku
So now I say goodbye to the old me, it's already gone
Maka kini kuucapkan selamat tinggal pada diriku yang dulu, semua itu sudah berlalu
And I can't wait wait wait wait wait to get you home
Dan aku tak sabar untuk membawamu pulang
Just to let you know, you are
Agar kau tahu, kau adalah
You are you are the love of my life (8x)
Kau adalah cinta dalam hidupku
Girl you're my reflection, all I see is you
Kasih, kau adalah pantulanku, yang kulihat hanyalah dirimu
My reflection, in everything I do
Pantulanku, segala yang kulakukan
You're my reflection and all I see is you
Kau adalah pantulanku dan yang kulihat hanyalah dirimu
My reflection, in everything I do
Pantulanku, segala yang kulakukan
You are you are the love of my life (16x)
Kau adalah cinta dalam hidupku
Sumber : http://terjemah-lirik-lagu-barat.blogspot.co.id/2013/04/mirrors-justin-timberlake.html
Senin, 01 Agustus 2016
Fakta Mengejutkan Proses Terbelahnya Laut Merah
Di zaman serba canggih dan logis seperti sekarang ini, kisah-kisah yang diceritakan dalam kitab suci termasuk mukjizat-
Mukjizat yang di turunkan kepada wali Allah dipertanyakan kebenarannya. Bukan dalam rangka mengingkari firman-firman Tuhan, tetapi lebih kepada pencarian kebenaran. Teknologi yang semakin canggih mempermudah segala sesuatu dalam proses pembuktian hal-hal tersebut secara logis dan berbasis sains. Dan luar biasanya akhir-akhir ini banyak mukjizat yang pada zamannya adalah sesuatu yang tidak masuk akal menjadi terang dan penuh penjelasan empiris baik secara teori keilmuan ataupun fakta-fakta nyata.
Mukjizat yang di turunkan kepada wali Allah dipertanyakan kebenarannya. Bukan dalam rangka mengingkari firman-firman Tuhan, tetapi lebih kepada pencarian kebenaran. Teknologi yang semakin canggih mempermudah segala sesuatu dalam proses pembuktian hal-hal tersebut secara logis dan berbasis sains. Dan luar biasanya akhir-akhir ini banyak mukjizat yang pada zamannya adalah sesuatu yang tidak masuk akal menjadi terang dan penuh penjelasan empiris baik secara teori keilmuan ataupun fakta-fakta nyata.
Sebagai salah satu contoh penemuan kerangka kapal yang diduga bahtera Nabi Nuh yang menggemparkan dunia berikut penjelasan ilmiah mengenai banjir besar yang melenyapkan peradaban manusia pada waktu itu, teori-teori yang di lemparkan ke publik sangat detail dan masuk akal dan terukur. Dan tidak kalah heboh, penemuan artefak-artefak kuno serta tulang belulang di dasar laut merah yang diduga adalah peninggalan dari balatentara Firaun yang tenggelam saat mengejar nabi Musa AS dan ummatnya.
Seorang Arkeologi bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 menyatakan bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno di dasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam di lautan ketika digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
penemuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa-sisa tulang belulang itu merupakan bahagian dari kerangka para tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan, memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, di mana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.
Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Di antara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.
Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kecerunan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 darjah, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 darjah. Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter. Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah kita membayangkan berapa daya atau tekanan yang diperlukan untuk membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut perkiraan, Diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin, menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konsisten 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam.
Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan (QS 2:50).Dan kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, Karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu Telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (QS 10:90). Dan Sesungguhnya Telah kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, Maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu[933], kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)”. (QS 20:77)Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka. (QS 20:78)Lalu kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. (QS 26:63)
Simulasi terbelahnya laut merah oleh ilmuan berdasarkan hukum fisika
Seperti yang mister kutip dari didiksugiarto.com Sekelompok ilmuan asal Amerika bahkan melakukan simulasi khusus untuk membuktikan secara ilmiah proses terbelahnya laut merah tersebut. Peran angin dari timur yang berhembus kencang dikabarkan membantu terbelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa seperti yang tertulis pada kitab suci agama Samawi,
Simulasi komputer memperlihatkan bagaimana angin dapat menghempaskan air laut sehingga mencapai dasar lautan dan membentuk laguna, kata kelompok peneliti di Badan Nasional Penelitian Atmosfir dan Universitas Colorado di Boulder.
"Simulasi tersebut hampir cocok dengan apa yang di ceritakan dalam kitab suci," kata pemimpin penelitian itu, Carl Drews dari NCAR.
Menurut Carl, berdasarkan ilmu fisika, angin dapat menghempaskan air menjadi sebuah jalur yang aman untuk dilintasi karena sifatnya yang luwes, kemudian kembali mengalir seperti semula.
Menurut tulisan dari kitab suci Islam maupun Kristen, Nabi Musa AS. memimpin umat Yahudi keluar dari Mesir atas kejaran Firaun pada 3.000 tahun yang lalu. Laut Merah saat itu terbelah sementara untuk membantu rombongan Musa melintas dan langsung menutup kembali, menenggelamkan para tentara Firaun.
Drews dan kelompoknya meneliti tentang angin topan yang berasal dari Samudera Pasifik menciptakan badai besar yang dapat menghempaskan air di laut dalam.
Kelompoknya menunjukkan kawasan selatan Laut Mediterania yang diduga menjadi tempat penyeberangan itu, dan memaparkan bentuk tanah yang berbeda karena terbentuk setelahnya serta memicu isu mengenai lautan yang terbelah.
Pemaparan tersebut membutuhkan bentuk tapal kuda Sungai Nil dan laguna dangkal di sepanjang garis pantai. Hal ini memperlihatkan angin berkecepatan sekitar 101 kilometer per jam yang berhembus selama 12 jam, dapat menghempaskan air pada kedalaman sekitar dua meter.
"Laguna itu memiliki panjang sejauh 3-4 kilometer dan lebar sejauh lima kilometer yang terbelah selama empat jam," kata mereka di dalam Jurnal Perpustakaan Umum Ilmu Pengetahuan, PloS ONE.
"Masyarakat telah dibuat kagum atas cerita pembelahan laut itu, membayangkan bahwa hal itu terjadi secara nyata," kata Drew menambahkan bahwa penelitian ini menjelaskan tentang pembelahan laut tersebut berdasarkan hukum fisika.(MRA).
sumber :
Di zaman serba canggih dan logis seperti sekarang ini, kisah-kisah yang diceritakan dalam kitab suci termasuk mukjizat-mukjizat yang di turunkan kepada wali Allah dipertanyakan kebenarannya. Bukan dalam rangka mengingkari firman-firman Tuhan, tetapi lebih kepada pencarian kebenaran. Tekhnologi yang senakin canggih mempermudah segala sesuatu dalam proses pembuktian hal-hal tersebut secara logis dan berbasis sains. Dan luar biasanya akhir-akhir ini banyak mukjizat yang pada zamannya adalah sesuatu yang tidak masuk akal menjadi terang dan penuh penjelasan empiris baik secara teori keilmuan ataupun fakta-fakta nyata.
Sebagai salah satu contoh penemuan kerangka kapal yang diduga bahtera nabi nuh yang menggemparkan dunia berikut penjelasan ilmiah mengenai banjir besar yang melenyapkan peradaban manusia pada waktu itu, teori-teori yang di lemparkan ke publik sangat detail dan masuk akal dan terukur. Dan tidak kalah heboh, penemuan artefak-artefak kuno serta tulang belulang di dasar laut merah yang diduga adalah peninggalan dari balatentara Firaun yang tenggelam saat mengejar nabi Musa AS dan ummatnya.
Seorang Arkeologi bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 menyatakan bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan ketika digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
penemuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahawa sisa-sisa tulang belulang itu merupakan bahagian dari kerangka para tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan, memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.
Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Di antara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.
Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kecerunan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 darjah, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 darjah. Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter. Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah kita membayangkan berapa daya atau tekanan yang diperlukan untuk membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut perkiraan, Diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin, menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konsisten 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam.
Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan (QS 2:50).Dan kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, Karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu Telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (QS 10:90).Dan Sesungguhnya Telah kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, Maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu[933], kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)”. (QS 20:77)Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka. (QS 20:78)Lalu kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. (QS 26:63)
Simulasi terbelahnya laut merah oleh ilmuan berdasarkan hukum fisika
Seperti yang mister kutip dari didiksugiarto.com Sekelompok ilmuan asal Amerika bahkan melakukan simulasi khusus untuk membuktikan secara ilmiah proses terbelahnya laut merah tersebut. Peran angin dari timur yang berhembus kencang dikabarkan membantu terbelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa seperti yang tertulis pada kitab suci agama Samawi,
Simulasi komputer memperlihatkan bagaimana angin dapat menghempaskan air laut sehingga mencapai dasar lautan dan membentuk laguna, kata kelompok peneliti di Badan Nasional Penelitian Atmosfir dan Universitas Colorado di Boulder.
"Simulasi tersebut hampir cocok dengan apa yang di ceritakan dalam kitab suci," kata pemimpin penelitian itu, Carl Drews dari NCAR.
Menurut Carl, berdasarkan ilmu fisika, angin dapat menghempaskan air menjadi sebuah jalur yang aman untuk dilintasi karena sifatnya yang luwes, kemudian kembali mengalir seperti semula.
Menurut tulisan dari kitab suci Islam maupun Kristen, Nabi Musa AS. memimpin umat Yahudi keluar dari Mesir atas kejaran Firaun pada 3.000 tahun yang lalu. Laut Merah saat itu terbelah sementara untuk membantu rombongan Musa melintas dan langsung menutup kembali, menenggelamkan para tentara Firaun.
Drews dan kelompoknya meneliti tentang angin topan yang berasal dari Samudera Pasifik menciptakan badai besar yang dapat menghempaskan air di laut dalam.
Kelompoknya menunjukkan kawasan selatan Laut Mediterania yang diduga menjadi tempat penyeberangan itu, dan memaparkan bentuk tanah yang berbeda karena terbentuk setelahnya serta memicu isu mengenai lautan yang terbelah.
Pemaparan tersebut membutuhkan bentuk tapal kuda Sungai Nil dan laguna dangkal di sepanjang garis pantai. Hal ini memperlihatkan angin berkecepatan sekitar 101 kilometer per jam yang berhembus selama 12 jam, dapat menghempaskan air pada kedalaman sekitar dua meter.
"Laguna itu memiliki panjang sejauh 3-4 kilometer dan lebar sejauh lima kilometer yang terbelah selama empat jam," kata mereka di dalam Jurnal Perpustakaan Umum Ilmu Pengetahuan, PloS ONE.
"Masyarakat telah dibuat kagum atas cerita pembelahan laut itu, membayangkan bahwa hal itu terjadi secara nyata," kata Drew menambahkan bahwa penelitian ini menjelaskan tentang pembelahan laut tersebut berdasarkan hukum fisika.(MRA).
sumber :
Fakta Mengejutkan Proses Terbelahnya Laut Merah
Di
zaman serba canggih dan logis seperti sekarang ini, kisah-kisah yang
diceritakan dalam kitab suci termasuk mukjizat-
Mukjizat yang di turunkan kepada wali Allah dipertanyakan kebenarannya. Bukan dalam rangka mengingkari firman-firman Tuhan, tetapi lebih kepada pencarian kebenaran. Teknologi yang semakin canggih mempermudah segala sesuatu dalam proses pembuktian hal-hal tersebut secara logis dan berbasis sains. Dan luar biasanya akhir-akhir ini banyak mukjizat yang pada zamannya adalah sesuatu yang tidak masuk akal menjadi terang dan penuh penjelasan empiris baik secara teori keilmuan ataupun fakta-fakta nyata.
Mukjizat yang di turunkan kepada wali Allah dipertanyakan kebenarannya. Bukan dalam rangka mengingkari firman-firman Tuhan, tetapi lebih kepada pencarian kebenaran. Teknologi yang semakin canggih mempermudah segala sesuatu dalam proses pembuktian hal-hal tersebut secara logis dan berbasis sains. Dan luar biasanya akhir-akhir ini banyak mukjizat yang pada zamannya adalah sesuatu yang tidak masuk akal menjadi terang dan penuh penjelasan empiris baik secara teori keilmuan ataupun fakta-fakta nyata.
Sebagai salah satu contoh penemuan
kerangka kapal yang diduga bahtera Nabi Nuh yang menggemparkan dunia
berikut penjelasan ilmiah mengenai banjir besar yang melenyapkan
peradaban manusia pada waktu itu, teori-teori yang di lemparkan ke
publik sangat detail dan masuk akal dan terukur. Dan tidak kalah heboh,
penemuan artefak-artefak kuno serta tulang belulang di dasar laut merah
yang diduga adalah peninggalan dari balatentara Firaun yang tenggelam
saat mengejar nabi Musa AS dan ummatnya.
Seorang Arkeologi bernama Ron Wyatt pada ahir
tahun 1988 menyatakan bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda
kereta tempur kuno di dasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini
merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam di lautan
ketika digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta
tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang
manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
penemuan ini
tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa-sisa tulang belulang itu
merupakan bahagian dari kerangka para tentara Pharaoh yang
tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di
Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang
berhasil ditemukan, memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan
beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, di mana menurut
sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang
sama.
Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil
ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini
keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini
bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah
sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa
mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata
dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Di antara beberapa bangkai
kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang
terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang
ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.
Lokasi penyeberangan
diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum
perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke
arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi
utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya
mencapai 1500 meter. Kecerunan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba
sekitar 1/14 atau 4 darjah, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah
daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 darjah. Diperkirakan jarak antara
Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter. Lebar lintasan Laut Merah yang
terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah kita membayangkan
berapa daya atau tekanan yang diperlukan untuk membelah air laut hingga
memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman
perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama,
mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan?
(menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah
pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk
menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut perkiraan, Diperlukan
tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara
dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman
280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin, menurut beberapa
perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan
konsisten 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat
membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu
4 jam.
Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan
kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang
kamu sendiri menyaksikan (QS 2:50).Dan kami memungkinkan Bani Israil
melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya,
Karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu
Telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada
Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya
termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (QS 10:90). Dan
Sesungguhnya Telah kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan
hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, Maka buatlah untuk mereka
jalan yang kering di laut itu[933], kamu tak usah khawatir akan tersusul
dan tidak usah takut (akan tenggelam)”. (QS 20:77)Maka Fir’aun dengan
bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang
menenggelamkan mereka. (QS 20:78)Lalu kami wahyukan kepada Musa:
“Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan
tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. (QS 26:63)
Simulasi terbelahnya laut merah oleh ilmuan berdasarkan hukum fisika
Seperti yang mister kutip dari didiksugiarto.com
Sekelompok ilmuan asal Amerika bahkan melakukan simulasi khusus untuk
membuktikan secara ilmiah proses terbelahnya laut merah tersebut. Peran
angin dari timur yang berhembus kencang
dikabarkan membantu terbelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa seperti yang
tertulis pada kitab suci agama Samawi,
Simulasi komputer memperlihatkan bagaimana angin
dapat menghempaskan air laut sehingga mencapai dasar lautan dan
membentuk laguna, kata kelompok peneliti di Badan Nasional Penelitian
Atmosfir dan Universitas Colorado di Boulder.
"Simulasi tersebut hampir cocok
dengan apa yang di ceritakan dalam kitab suci," kata pemimpin penelitian
itu, Carl Drews dari NCAR.
Menurut
Carl, berdasarkan ilmu fisika, angin dapat menghempaskan air menjadi
sebuah jalur yang aman untuk dilintasi karena sifatnya yang luwes,
kemudian kembali mengalir seperti semula.
Menurut tulisan dari
kitab suci Islam maupun Kristen, Nabi Musa AS. memimpin umat Yahudi
keluar dari Mesir atas kejaran Firaun pada 3.000 tahun yang lalu. Laut
Merah saat itu terbelah sementara untuk membantu rombongan Musa melintas
dan langsung menutup kembali, menenggelamkan para tentara Firaun.
Drews
dan kelompoknya meneliti tentang angin topan yang berasal dari Samudera
Pasifik menciptakan badai besar yang dapat menghempaskan air di laut
dalam.
Kelompoknya menunjukkan kawasan selatan Laut Mediterania
yang diduga menjadi tempat penyeberangan itu, dan memaparkan bentuk
tanah yang berbeda karena terbentuk setelahnya serta memicu isu mengenai
lautan yang terbelah.
Pemaparan tersebut membutuhkan bentuk
tapal kuda Sungai Nil dan laguna dangkal di sepanjang garis pantai. Hal
ini memperlihatkan angin berkecepatan sekitar 101 kilometer per jam yang
berhembus selama 12 jam, dapat menghempaskan air pada kedalaman sekitar
dua meter.
"Laguna itu memiliki panjang sejauh 3-4 kilometer dan
lebar sejauh lima kilometer yang terbelah selama empat jam," kata
mereka di dalam Jurnal Perpustakaan Umum Ilmu Pengetahuan, PloS ONE.
"Masyarakat
telah dibuat kagum atas cerita pembelahan laut itu, membayangkan bahwa
hal itu terjadi secara nyata," kata Drew menambahkan bahwa penelitian
ini menjelaskan tentang pembelahan laut tersebut berdasarkan hukum
fisika.(MRA).
sumber :
Di
zaman serba canggih dan logis seperti sekarang ini, kisah-kisah yang
diceritakan dalam kitab suci termasuk mukjizat-mukjizat yang di turunkan
kepada wali Allah dipertanyakan kebenarannya. Bukan dalam rangka
mengingkari firman-firman Tuhan, tetapi lebih kepada pencarian
kebenaran. Tekhnologi yang senakin canggih mempermudah segala sesuatu
dalam proses pembuktian hal-hal tersebut secara logis dan berbasis
sains. Dan luar biasanya akhir-akhir ini banyak mukjizat yang pada
zamannya adalah sesuatu yang tidak masuk akal menjadi terang dan penuh
penjelasan empiris baik secara teori keilmuan ataupun fakta-fakta
nyata.
Sebagai salah satu contoh penemuan
kerangka kapal yang diduga bahtera nabi nuh yang menggemparkan dunia
berikut penjelasan ilmiah mengenai banjir besar yang melenyapkan
peradaban manusia pada waktu itu, teori-teori yang di lemparkan ke
publik sangat detail dan masuk akal dan terukur. Dan tidak kalah heboh,
penemuan artefak-artefak kuno serta tulang belulang di dasar laut merah
yang diduga adalah peninggalan dari balatentara Firaun yang tenggelam
saat mengejar nabi Musa AS dan ummatnya.
Seorang Arkeologi bernama Ron Wyatt pada ahir
tahun 1988 menyatakan bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda
kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini
merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan
ketika digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta
tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang
manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
penemuan ini
tentunya semakin memperkuat dugaan bahawa sisa-sisa tulang belulang itu
merupakan bahagian dari kerangka para tentara Pharaoh yang
tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di
Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang
berhasil ditemukan, memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan
beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, dimana menurut
sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang
sama.
Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil
ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini
keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini
bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah
sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa
mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata
dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Di antara beberapa bangkai
kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang
terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang
ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.
Lokasi penyeberangan
diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum
perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke
arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi
utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya
mencapai 1500 meter. Kecerunan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba
sekitar 1/14 atau 4 darjah, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah
daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 darjah. Diperkirakan jarak antara
Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter. Lebar lintasan Laut Merah yang
terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah kita membayangkan
berapa daya atau tekanan yang diperlukan untuk membelah air laut hingga
memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman
perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama,
mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan?
(menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah
pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk
menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut perkiraan, Diperlukan
tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara
dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman
280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin, menurut beberapa
perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan
konsisten 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat
membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu
4 jam.
Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan
kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang
kamu sendiri menyaksikan (QS 2:50).Dan kami memungkinkan Bani Israil
melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya,
Karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu
Telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada
Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya
termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (QS 10:90).Dan
Sesungguhnya Telah kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan
hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, Maka buatlah untuk mereka
jalan yang kering dilaut itu[933], kamu tak usah khawatir akan tersusul
dan tidak usah takut (akan tenggelam)”. (QS 20:77)Maka Fir’aun dengan
bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang
menenggelamkan mereka. (QS 20:78)Lalu kami wahyukan kepada Musa:
“Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan
tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. (QS 26:63)
Simulasi terbelahnya laut merah oleh ilmuan berdasarkan hukum fisika
Seperti yang mister kutip dari didiksugiarto.com
Sekelompok ilmuan asal Amerika bahkan melakukan simulasi khusus untuk
membuktikan secara ilmiah proses terbelahnya laut merah tersebut. Peran
angin dari timur yang berhembus kencang
dikabarkan membantu terbelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa seperti yang
tertulis pada kitab suci agama Samawi,
Simulasi komputer memperlihatkan bagaimana angin
dapat menghempaskan air laut sehingga mencapai dasar lautan dan
membentuk laguna, kata kelompok peneliti di Badan Nasional Penelitian
Atmosfir dan Universitas Colorado di Boulder.
"Simulasi tersebut hampir cocok
dengan apa yang di ceritakan dalam kitab suci," kata pemimpin penelitian
itu, Carl Drews dari NCAR.
Menurut
Carl, berdasarkan ilmu fisika, angin dapat menghempaskan air menjadi
sebuah jalur yang aman untuk dilintasi karena sifatnya yang luwes,
kemudian kembali mengalir seperti semula.
Menurut tulisan dari
kitab suci Islam maupun Kristen, Nabi Musa AS. memimpin umat Yahudi
keluar dari Mesir atas kejaran Firaun pada 3.000 tahun yang lalu. Laut
Merah saat itu terbelah sementara untuk membantu rombongan Musa melintas
dan langsung menutup kembali, menenggelamkan para tentara Firaun.
Drews
dan kelompoknya meneliti tentang angin topan yang berasal dari Samudera
Pasifik menciptakan badai besar yang dapat menghempaskan air di laut
dalam.
Kelompoknya menunjukkan kawasan selatan Laut Mediterania
yang diduga menjadi tempat penyeberangan itu, dan memaparkan bentuk
tanah yang berbeda karena terbentuk setelahnya serta memicu isu mengenai
lautan yang terbelah.
Pemaparan tersebut membutuhkan bentuk
tapal kuda Sungai Nil dan laguna dangkal di sepanjang garis pantai. Hal
ini memperlihatkan angin berkecepatan sekitar 101 kilometer per jam yang
berhembus selama 12 jam, dapat menghempaskan air pada kedalaman sekitar
dua meter.
"Laguna itu memiliki panjang sejauh 3-4 kilometer dan
lebar sejauh lima kilometer yang terbelah selama empat jam," kata
mereka di dalam Jurnal Perpustakaan Umum Ilmu Pengetahuan, PloS ONE.
"Masyarakat
telah dibuat kagum atas cerita pembelahan laut itu, membayangkan bahwa
hal itu terjadi secara nyata," kata Drew menambahkan bahwa penelitian
ini menjelaskan tentang pembelahan laut tersebut berdasarkan hukum
fisika.(MRA).
sumber :
Ini yang Terjadi Jika Air Laut Tidak Asin
Air laut merupakan salah satu bukti kekuasaan Allah SWT. Sang Maha Kreatif ini membuat keseimbangan alam begitu mempesona. Khusus untuk air laut, sebagian kita mungkin sering bertanya, mengapa rasanya bisa begitu asin dan berbeda dengan air jenis lain?
Sebagian berpikir, andai saja air laut berasa tawar, maka akan lebih bermanfaat untuk dikonsumsi. Karena tidak bisa dipungkiri jika saat ini dunia mengalami krisis air bersih yang layak minum. Banyak sungai yang tercemar dan membuat manusia susah mencari air.
Namun, pemikiran tersebut tidak benar adanya. Karena Allah SWT menciptakan asinnya air laut bukan tanpa alasan. Ada hikmah luar biasa dibalik proses alam ini. Bahkan bahaya besar mengintai makhluk ketika rasa air laut tidak asin. Sebenarnya apa yang akan terjadi?
Perkara air laut ternyata tidak luput dari pembahasan Allah SWT dan sudah tertulis dalam Alquran. Ini menjadi bukti, bahwa Allah tidak main-main dalam proses penciptaan semua makhluk-Nya.
“Dan tidaklah sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu pakaip, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.” (QS. Faathir: 12).
Salah satu bahaya yang akan menimpia makhluk ketika air laut tidak asin adalah tempat ini akan menjadi pusat dari segala macam bentuk wabah penyakit. Tentu ini akan mengancam keselamatan penduduk dunia, mengingat luas lautan lebih besar dibanding daratan. Mengapa bisa demikian?
Salinitas (kadar garam) laut berfungsi untuk mensterilkan air, sehingga mencegah terjadinya pembusukan, dan perkembangbiakan penyakit. Kalau tidak demikian niscaya laut menjadi menjadi pusat (markas) yang baik bagi wabah dan penyakit yang menyebar ke seluruh negara dan bangsa.
Sekilas mari mengingat tragedi Tsunami yang terjadi pada 2004 silam. Ada begitu banyak korban jiwa yang meninggal dalam tragedi tersebut. Sebagian ditemukan, namun tidak sedikit pula yang ikut terseret menuju lautan dan samudera yang luas. Bagaimana jadinya jika air laut rasanya tawar? Jika air laut tidak asin, maka jenazah ini justru akan menjadi wabah penyakit karena mengalami pembusukan. Wallauhualam.
Selain itu, asinnya air laut juga memberika hikmah luar biasa lainnya. Jika air laut tidak asin, niscaya akan menyulitkan dunia transportasi air. Namun, bagaimana bisa?
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung,” (QS. Asy-Syuuraa ayat 32).
“Kapal yang berlayar di laut dengan muatan yang bermanfaat bagi manusia,” (QS. al-Baqarah: 164).
“Masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.” (QS. Faathir: 12).
Laut dan transportasi menjadi bagian yang memukau. Allah SWT menjelaskan tentang laut dan dihubungkan dengan kapal-kapal sebagai alat transportasinya. Jika ini tidak istimewa, mengapa Allah tidak menyebut sungai dan alat transportasinya? Karena keistimewaannya inilah maka Allah menyebutkannya di dalam Alquran.
Ternyata ini ada kaitannya dengan asinnya air laut. Hal ini bisa dibuktikan dari proses pembuatan es krim. Jika melihat proses membuat es krim, maka akan ditemukan bahwa pembekuan es krim dengan menggunakan es saja tidak cukup, karena es tidak dapat mendinginkan hingga di bawah 0 (nol) derajat celcius.
Untuk itu, para pekerja mencampurkan garam ke dalam es, sehingga membentuk campuran cairan asin yang meleleh pada derajat di bawah nol derajat (yang perlu diperhatikan bahwa pendinginan dengan cara ini yaitu peningkatan konsentrasi garam tidak dapat dilakukan sampai suhu di bawah 12 derajat celcius). Dan pengamatan sederhana ini termasuk hal yang penting yang terjadi di perairan laut.
Danau dan sungai dapat membeku dimusim dingin. Tapi, laut tidak. Salah satu penyebab utamanya adalah laut memiliki air yang asin. Kandungan garam di air laut menurunkan titik bekunya. Maka keberadaan kadar garam di laut ini membuat air laut baru membeku pada derajat di bawah 0 (nol) derajat, suatu hal itu yang memungkinkan air laut tetap mengalir/tidak beku (karena ia cair) pada derajat kurang dari 10 derajat.
Jadi, suhu musim dingin rata-rata tidak mampu membekukan air laut. Sehingga hal itu memudahkan pelayaran pada musim dingin pada waktu yang lebih lama (karena air laut tidak membeku pada suhu di bawah nol derajat). Wallauhualam, hanya Allah lah pemilik ilmu pengetahuna. Tidak satupun di muka bumi yang diciptakannya tanpa hikmah, begitu indah, dan tanpa celah. Terimakasih sudah membaca.
Sumber : http://www.infoyunik.com/2016/06/ini-yang-terjadi-jika-air-laut-tidak.html
Sebagian berpikir, andai saja air laut berasa tawar, maka akan lebih bermanfaat untuk dikonsumsi. Karena tidak bisa dipungkiri jika saat ini dunia mengalami krisis air bersih yang layak minum. Banyak sungai yang tercemar dan membuat manusia susah mencari air.
Namun, pemikiran tersebut tidak benar adanya. Karena Allah SWT menciptakan asinnya air laut bukan tanpa alasan. Ada hikmah luar biasa dibalik proses alam ini. Bahkan bahaya besar mengintai makhluk ketika rasa air laut tidak asin. Sebenarnya apa yang akan terjadi?
Perkara air laut ternyata tidak luput dari pembahasan Allah SWT dan sudah tertulis dalam Alquran. Ini menjadi bukti, bahwa Allah tidak main-main dalam proses penciptaan semua makhluk-Nya.
“Dan tidaklah sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu pakaip, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.” (QS. Faathir: 12).
Salah satu bahaya yang akan menimpia makhluk ketika air laut tidak asin adalah tempat ini akan menjadi pusat dari segala macam bentuk wabah penyakit. Tentu ini akan mengancam keselamatan penduduk dunia, mengingat luas lautan lebih besar dibanding daratan. Mengapa bisa demikian?
Salinitas (kadar garam) laut berfungsi untuk mensterilkan air, sehingga mencegah terjadinya pembusukan, dan perkembangbiakan penyakit. Kalau tidak demikian niscaya laut menjadi menjadi pusat (markas) yang baik bagi wabah dan penyakit yang menyebar ke seluruh negara dan bangsa.
Sekilas mari mengingat tragedi Tsunami yang terjadi pada 2004 silam. Ada begitu banyak korban jiwa yang meninggal dalam tragedi tersebut. Sebagian ditemukan, namun tidak sedikit pula yang ikut terseret menuju lautan dan samudera yang luas. Bagaimana jadinya jika air laut rasanya tawar? Jika air laut tidak asin, maka jenazah ini justru akan menjadi wabah penyakit karena mengalami pembusukan. Wallauhualam.
Selain itu, asinnya air laut juga memberika hikmah luar biasa lainnya. Jika air laut tidak asin, niscaya akan menyulitkan dunia transportasi air. Namun, bagaimana bisa?
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung,” (QS. Asy-Syuuraa ayat 32).
“Kapal yang berlayar di laut dengan muatan yang bermanfaat bagi manusia,” (QS. al-Baqarah: 164).
“Masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.” (QS. Faathir: 12).
Laut dan transportasi menjadi bagian yang memukau. Allah SWT menjelaskan tentang laut dan dihubungkan dengan kapal-kapal sebagai alat transportasinya. Jika ini tidak istimewa, mengapa Allah tidak menyebut sungai dan alat transportasinya? Karena keistimewaannya inilah maka Allah menyebutkannya di dalam Alquran.
Ternyata ini ada kaitannya dengan asinnya air laut. Hal ini bisa dibuktikan dari proses pembuatan es krim. Jika melihat proses membuat es krim, maka akan ditemukan bahwa pembekuan es krim dengan menggunakan es saja tidak cukup, karena es tidak dapat mendinginkan hingga di bawah 0 (nol) derajat celcius.
Untuk itu, para pekerja mencampurkan garam ke dalam es, sehingga membentuk campuran cairan asin yang meleleh pada derajat di bawah nol derajat (yang perlu diperhatikan bahwa pendinginan dengan cara ini yaitu peningkatan konsentrasi garam tidak dapat dilakukan sampai suhu di bawah 12 derajat celcius). Dan pengamatan sederhana ini termasuk hal yang penting yang terjadi di perairan laut.
Danau dan sungai dapat membeku dimusim dingin. Tapi, laut tidak. Salah satu penyebab utamanya adalah laut memiliki air yang asin. Kandungan garam di air laut menurunkan titik bekunya. Maka keberadaan kadar garam di laut ini membuat air laut baru membeku pada derajat di bawah 0 (nol) derajat, suatu hal itu yang memungkinkan air laut tetap mengalir/tidak beku (karena ia cair) pada derajat kurang dari 10 derajat.
Jadi, suhu musim dingin rata-rata tidak mampu membekukan air laut. Sehingga hal itu memudahkan pelayaran pada musim dingin pada waktu yang lebih lama (karena air laut tidak membeku pada suhu di bawah nol derajat). Wallauhualam, hanya Allah lah pemilik ilmu pengetahuna. Tidak satupun di muka bumi yang diciptakannya tanpa hikmah, begitu indah, dan tanpa celah. Terimakasih sudah membaca.
Sumber : http://www.infoyunik.com/2016/06/ini-yang-terjadi-jika-air-laut-tidak.html
Ini yang Terjadi Jika Air Laut Tidak Asin
Air laut merupakan salah satu bukti kekuasaan Allah SWT. Sang Maha
Kreatif ini membuat keseimbangan alam begitu mempesona. Khusus untuk air
laut, sebagian kita mungkin sering bertanya, mengapa rasanya bisa
begitu asin dan berbeda dengan air jenis lain?
Sebagian berpikir, andai saja air laut berasa tawar, maka akan lebih bermanfaat untuk dikonsumsi. Karena tidak bisa dipungkiri jika saat ini dunia mengalami krisis air bersih yang layak minum. Banyak sungai yang tercemar dan membuat manusia susah mencari air.
Namun, pemikiran tersebut tidak benar adanya. Karena Allah SWT menciptakan asinnya air laut bukan tanpa alasan. Ada hikmah luar biasa dibalik proses alam ini. Bahkan bahaya besar mengintai makhluk ketika rasa air laut tidak asin. Sebenarnya apa yang akan terjadi?
Perkara air laut ternyata tidak luput dari pembahasan Allah SWT dan sudah tertulis dalam Alquran. Ini menjadi bukti, bahwa Allah tidak main-main dalam proses penciptaan semua makhluk-Nya.
“Dan tidaklah sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu pakaip, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.” (QS. Faathir: 12).
Salah satu bahaya yang akan menimpia makhluk ketika air laut tidak asin adalah tempat ini akan menjadi pusat dari segala macam bentuk wabah penyakit. Tentu ini akan mengancam keselamatan penduduk dunia, mengingat luas lautan lebih besar dibanding daratan. Mengapa bisa demikian?
Salinitas (kadar garam) laut berfungsi untuk mensterilkan air, sehingga mencegah terjadinya pembusukan, dan perkembangbiakan penyakit. Kalau tidak demikian niscaya laut menjadi menjadi pusat (markas) yang baik bagi wabah dan penyakit yang menyebar ke seluruh negara dan bangsa.
Sekilas mari mengingat tragedi Tsunami yang terjadi pada 2004 silam. Ada begitu banyak korban jiwa yang meninggal dalam tragedi tersebut. Sebagian ditemukan, namun tidak sedikit pula yang ikut terseret menuju lautan dan samudera yang luas. Bagaimana jadinya jika air laut rasanya tawar? Jika air laut tidak asin, maka jenazah ini justru akan menjadi wabah penyakit karena mengalami pembusukan. Wallauhualam.
Selain itu, asinnya air laut juga memberika hikmah luar biasa lainnya. Jika air laut tidak asin, niscaya akan menyulitkan dunia transportasi air. Namun, bagaimana bisa?
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung,” (QS. Asy-Syuuraa ayat 32).
“Kapal yang berlayar di laut dengan muatan yang bermanfaat bagi manusia,” (QS. al-Baqarah: 164).
“Masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.” (QS. Faathir: 12).
Laut dan transportasi menjadi bagian yang memukau. Allah SWT menjelaskan tentang laut dan dihubungkan dengan kapal-kapal sebagai alat transportasinya. Jika ini tidak istimewa, mengapa Allah tidak menyebut sungai dan alat transportasinya? Karena keistimewaannya inilah maka Allah menyebutkannya di dalam Alquran.
Ternyata ini ada kaitannya dengan asinnya air laut. Hal ini bisa dibuktikan dari proses pembuatan es krim. Jika melihat proses membuat es krim, maka akan ditemukan bahwa pembekuan es krim dengan menggunakan es saja tidak cukup, karena es tidak dapat mendinginkan hingga di bawah 0 (nol) derajat celcius.
Untuk itu, para pekerja mencampurkan garam ke dalam es, sehingga membentuk campuran cairan asin yang meleleh pada derajat di bawah nol derajat (yang perlu diperhatikan bahwa pendinginan dengan cara ini yaitu peningkatan konsentrasi garam tidak dapat dilakukan sampai suhu di bawah 12 derajat celcius). Dan pengamatan sederhana ini termasuk hal yang penting yang terjadi di perairan laut.
Danau dan sungai dapat membeku dimusim dingin. Tapi, laut tidak. Salah satu penyebab utamanya adalah laut memiliki air yang asin. Kandungan garam di air laut menurunkan titik bekunya. Maka keberadaan kadar garam di laut ini membuat air laut baru membeku pada derajat di bawah 0 (nol) derajat, suatu hal itu yang memungkinkan air laut tetap mengalir/tidak beku (karena ia cair) pada derajat kurang dari 10 derajat.
Jadi, suhu musim dingin rata-rata tidak mampu membekukan air laut. Sehingga hal itu memudahkan pelayaran pada musim dingin pada waktu yang lebih lama (karena air laut tidak membeku pada suhu di bawah nol derajat). Wallauhualam, hanya Allah lah pemilik ilmu pengetahuna. Tidak satupun di muka bumi yang diciptakannya tanpa hikmah, begitu indah, dan tanpa celah. Terimakasih sudah membaca.
Sumber : http://www.infoyunik.com/2016/06/ini-yang-terjadi-jika-air-laut-tidak.html
Sebagian berpikir, andai saja air laut berasa tawar, maka akan lebih bermanfaat untuk dikonsumsi. Karena tidak bisa dipungkiri jika saat ini dunia mengalami krisis air bersih yang layak minum. Banyak sungai yang tercemar dan membuat manusia susah mencari air.
Namun, pemikiran tersebut tidak benar adanya. Karena Allah SWT menciptakan asinnya air laut bukan tanpa alasan. Ada hikmah luar biasa dibalik proses alam ini. Bahkan bahaya besar mengintai makhluk ketika rasa air laut tidak asin. Sebenarnya apa yang akan terjadi?
Perkara air laut ternyata tidak luput dari pembahasan Allah SWT dan sudah tertulis dalam Alquran. Ini menjadi bukti, bahwa Allah tidak main-main dalam proses penciptaan semua makhluk-Nya.
“Dan tidaklah sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu pakaip, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.” (QS. Faathir: 12).
Salah satu bahaya yang akan menimpia makhluk ketika air laut tidak asin adalah tempat ini akan menjadi pusat dari segala macam bentuk wabah penyakit. Tentu ini akan mengancam keselamatan penduduk dunia, mengingat luas lautan lebih besar dibanding daratan. Mengapa bisa demikian?
Salinitas (kadar garam) laut berfungsi untuk mensterilkan air, sehingga mencegah terjadinya pembusukan, dan perkembangbiakan penyakit. Kalau tidak demikian niscaya laut menjadi menjadi pusat (markas) yang baik bagi wabah dan penyakit yang menyebar ke seluruh negara dan bangsa.
Sekilas mari mengingat tragedi Tsunami yang terjadi pada 2004 silam. Ada begitu banyak korban jiwa yang meninggal dalam tragedi tersebut. Sebagian ditemukan, namun tidak sedikit pula yang ikut terseret menuju lautan dan samudera yang luas. Bagaimana jadinya jika air laut rasanya tawar? Jika air laut tidak asin, maka jenazah ini justru akan menjadi wabah penyakit karena mengalami pembusukan. Wallauhualam.
Selain itu, asinnya air laut juga memberika hikmah luar biasa lainnya. Jika air laut tidak asin, niscaya akan menyulitkan dunia transportasi air. Namun, bagaimana bisa?
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung,” (QS. Asy-Syuuraa ayat 32).
“Kapal yang berlayar di laut dengan muatan yang bermanfaat bagi manusia,” (QS. al-Baqarah: 164).
“Masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.” (QS. Faathir: 12).
Laut dan transportasi menjadi bagian yang memukau. Allah SWT menjelaskan tentang laut dan dihubungkan dengan kapal-kapal sebagai alat transportasinya. Jika ini tidak istimewa, mengapa Allah tidak menyebut sungai dan alat transportasinya? Karena keistimewaannya inilah maka Allah menyebutkannya di dalam Alquran.
Ternyata ini ada kaitannya dengan asinnya air laut. Hal ini bisa dibuktikan dari proses pembuatan es krim. Jika melihat proses membuat es krim, maka akan ditemukan bahwa pembekuan es krim dengan menggunakan es saja tidak cukup, karena es tidak dapat mendinginkan hingga di bawah 0 (nol) derajat celcius.
Untuk itu, para pekerja mencampurkan garam ke dalam es, sehingga membentuk campuran cairan asin yang meleleh pada derajat di bawah nol derajat (yang perlu diperhatikan bahwa pendinginan dengan cara ini yaitu peningkatan konsentrasi garam tidak dapat dilakukan sampai suhu di bawah 12 derajat celcius). Dan pengamatan sederhana ini termasuk hal yang penting yang terjadi di perairan laut.
Danau dan sungai dapat membeku dimusim dingin. Tapi, laut tidak. Salah satu penyebab utamanya adalah laut memiliki air yang asin. Kandungan garam di air laut menurunkan titik bekunya. Maka keberadaan kadar garam di laut ini membuat air laut baru membeku pada derajat di bawah 0 (nol) derajat, suatu hal itu yang memungkinkan air laut tetap mengalir/tidak beku (karena ia cair) pada derajat kurang dari 10 derajat.
Jadi, suhu musim dingin rata-rata tidak mampu membekukan air laut. Sehingga hal itu memudahkan pelayaran pada musim dingin pada waktu yang lebih lama (karena air laut tidak membeku pada suhu di bawah nol derajat). Wallauhualam, hanya Allah lah pemilik ilmu pengetahuna. Tidak satupun di muka bumi yang diciptakannya tanpa hikmah, begitu indah, dan tanpa celah. Terimakasih sudah membaca.
Sumber : http://www.infoyunik.com/2016/06/ini-yang-terjadi-jika-air-laut-tidak.html
Empat Aktivis yang Hidupnya Berakhir Tragis
Secara moral menjadi seorang aktivis merupakan kebanggaan tersendiri karena terbiasa membela kaum yang tertindas. Mereka menjadi pelopor dan penggerak suatu perubahan diberbagai bidang, seperti lingkungan, HAM, sosial dan masih banyak lagi.
Aktivitasnya dalam memperjuangkan kepentingan kelompok tertindas tak ayal membuat nyawa mereka sendiri terancam. Tidak jarang para aktivis harus bertarung dengan maut untuk bisa membuat sebuah perubahan.
Di Indonesia sendiri, sudah banyak aktivis yang meninggal dan hilang karena upayanya mempertahankan sesuatu yang dianggap benar. Setelah kasus meninggalnya aktivis HAM, Munir, pada September 2004 lalu, Indonesia kembali kehilangan salah satu aktivis terbaiknya.
Salim Kancil, aktivis yang menolak keras adanya penambangan pasir liar di Lumajang, Jawa Timur ditemukan tewas usai dikeroyok gerombolan orang. Kelompok ini diduga merupakan pihak yang pro terhadap penambangan liar di sana. Selain Munir dan Kancil, masih ada beberapa aktivis lain yang hidupnya berakhir tragis. Siapa saja mereka?
1. Wiji Tukul
Wiji Tukul merupakan sastrawan dan aktivis hak asasi manusia yang ikut melawan penindasan rezim Orde Baru. Ia hilang bersama sejumlah aktivis lainnya Setelah Peristiwa 27 Juli 1996 hingga 1998. Sejak tahun 2000, Thukul termasuk dalam daftar orang hilang. Sejak 1998 hingga saat ini, tidak diketahui bagaimana keadaan penyair tanpa rasa takut ini.
Wiji Thukul hidup dalam kemiskinan. Namun hal ini tidak membelenggu hasratnya untuk melakukan perlawanan terhadap penguasa. Ia terlihat sangat berapi-api untuk mendapatkan keadilan. Semua kekerasan yang dialamatkan padanya, tidak lantas membuat Thukul menyerah. Dia terus melakukan perlawanan. Aksi protes, puisi kritik, dan karya-karya berani terus dia keluarkan. Hingga akhirnya, pada 27 Juli 1998, dia hilang dan tidak ditemukan sampai sekarang.
2. Munir, Meninggal Karena Diracun
Pria bernama lengkap Munir Said Thalib ini merupakan aktivis Hak Asasi Manusia yang meninggal dunia setelah diracun. Ia meninggal di Jakarta di dalam pesawat jurusan ke Amsterdam, 7 September 2004 lalu.
Berawal dari melambungnya nama Munir sebagai salah satu pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik oleh Tim Mawar dari Kopassus setelah masa tergulingnya Soeharto dari pemerintahan, Munir ternyata menjadi target pembunuhan selanjutnya. Banyak asumsi menyebutkan, dari Munir, kebenaran tentang kasus penculikan yang ada pada masa itu akan terkuak. Jauh sebelum namanya melambung, sejak tahun 1998, pria kelahiran Malang, 8 Desember 1965 ini telah banyak berkontribusi dalam memperjuangkan hak asasi manusia.
Ia bahkan dikenal berani dalam bertindak. Beberapa kasus pelanggaran HAM yang berhasil ditangani Munir salah satunya adalah kasus hilangnya 24 aktivis dan mahasiswa di Jakarta (1997-1998), pembunuhan besar-besaran terhadap masyarakat sipil di Tanjung Priok (1984 hingga 1998), dan penembakan mahasiswa di Semanggi, Tragedi I dan II (1998-1999). Terlebih dari itu, masih banyak kasus yang sedikit demi sedikit membuat namanya semakin banyak dikenal masyarakat.
3. Jopi Peranginangin, Meninggal karena Ditusuk
Pria yang bernama lengkap Jopi Teguh Laksana Peranginangin ini merupakan aktivis Sosial dan lingkungan dari Partai Rakyat Demokratik. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada Mei 2015 lalu setelah ditusuk oleh orang yang tidak dikenal. Jopi dikeroyok pria berbadan tegap dan cepak, lalu salah satu dari mereka menusukkan bayonet hingga tewas.
Ia merupakan penggiat reformasi 1998 yang kritis dalam menyuarakan soal konflik-konflik masyarakat adat maupun petani yang hak-hak terampas industri ekstraktif, seperti sawit, tambang dan lain-lain. Dia juga aktif menyuarakan berbagai permasalahan di negeri ini di media sosial seperti Facebook dan Twitter. Kini, polisi masih mengusut kasus penusukan Jopi dan memeriksa beberapa saksi juga menganalisa rekaman CCTV.
4. Salim Kancil, Dibunuh Karena Menolak Tambang Ilegal
Salim Kancil ditemukan tewas pada 26 September 2015 karena dikeroyok segerombolan orang. Ia merupakan aktvis lingkungan yang menolak pembangunan tambang di Kecamatan Pasiran, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Ironisnya Ia dihabisi nyawanya di hadapan warga yang tidak kuasa menolongnya. Salim dijemput paksa saat tengah menggedong cucu di kediamannya. Para preman ini mengikat salim dan menyeretnya menuju balai desa. Selain diseret, Salim juga dihajar dengan pukulan dan senjata selama perjalanan. Gerombolan ini terus melakukan adegan brutal kepada Salim. Di dalam balai desa, Salim disetrum dengan alat listrik yang sudah disiapkan kelompok tersebut.
Meski berada di dalam ruangan balai desa, tak satu pun perangkat desa yang keluar menghentikan aksi 'gila' tersebut. Salim Kancil pun tewas dalam aksi tak berperikemanusiaan itu. Salim tewas dalam kondisi telungkup di antara batu dan kayu berserakan di dalam ruangan balai desa.
Peristiwa ini bermula saat Salim dan rekannya sesama aktivis Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Desa, menolak adanya penambangan pasir liar di desanya. Akibatnya, keduanya dikeroyok 40 orang pro-penambangan yang diduga kuat dibekingi perusahaan besar.
Masih banyak aktivis-aktivis di luar sana yang nyawanya kini terancam karena berusaha membela kebenaran.
Sumber : http://www.infoyunik.com/2015/09/empat-aktivis-yang-hidupnya-berakhir.html
Aktivitasnya dalam memperjuangkan kepentingan kelompok tertindas tak ayal membuat nyawa mereka sendiri terancam. Tidak jarang para aktivis harus bertarung dengan maut untuk bisa membuat sebuah perubahan.
Di Indonesia sendiri, sudah banyak aktivis yang meninggal dan hilang karena upayanya mempertahankan sesuatu yang dianggap benar. Setelah kasus meninggalnya aktivis HAM, Munir, pada September 2004 lalu, Indonesia kembali kehilangan salah satu aktivis terbaiknya.
Salim Kancil, aktivis yang menolak keras adanya penambangan pasir liar di Lumajang, Jawa Timur ditemukan tewas usai dikeroyok gerombolan orang. Kelompok ini diduga merupakan pihak yang pro terhadap penambangan liar di sana. Selain Munir dan Kancil, masih ada beberapa aktivis lain yang hidupnya berakhir tragis. Siapa saja mereka?
1. Wiji Tukul
Wiji Tukul merupakan sastrawan dan aktivis hak asasi manusia yang ikut melawan penindasan rezim Orde Baru. Ia hilang bersama sejumlah aktivis lainnya Setelah Peristiwa 27 Juli 1996 hingga 1998. Sejak tahun 2000, Thukul termasuk dalam daftar orang hilang. Sejak 1998 hingga saat ini, tidak diketahui bagaimana keadaan penyair tanpa rasa takut ini.
Wiji Thukul hidup dalam kemiskinan. Namun hal ini tidak membelenggu hasratnya untuk melakukan perlawanan terhadap penguasa. Ia terlihat sangat berapi-api untuk mendapatkan keadilan. Semua kekerasan yang dialamatkan padanya, tidak lantas membuat Thukul menyerah. Dia terus melakukan perlawanan. Aksi protes, puisi kritik, dan karya-karya berani terus dia keluarkan. Hingga akhirnya, pada 27 Juli 1998, dia hilang dan tidak ditemukan sampai sekarang.
2. Munir, Meninggal Karena Diracun
Pria bernama lengkap Munir Said Thalib ini merupakan aktivis Hak Asasi Manusia yang meninggal dunia setelah diracun. Ia meninggal di Jakarta di dalam pesawat jurusan ke Amsterdam, 7 September 2004 lalu.
Berawal dari melambungnya nama Munir sebagai salah satu pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik oleh Tim Mawar dari Kopassus setelah masa tergulingnya Soeharto dari pemerintahan, Munir ternyata menjadi target pembunuhan selanjutnya. Banyak asumsi menyebutkan, dari Munir, kebenaran tentang kasus penculikan yang ada pada masa itu akan terkuak. Jauh sebelum namanya melambung, sejak tahun 1998, pria kelahiran Malang, 8 Desember 1965 ini telah banyak berkontribusi dalam memperjuangkan hak asasi manusia.
Ia bahkan dikenal berani dalam bertindak. Beberapa kasus pelanggaran HAM yang berhasil ditangani Munir salah satunya adalah kasus hilangnya 24 aktivis dan mahasiswa di Jakarta (1997-1998), pembunuhan besar-besaran terhadap masyarakat sipil di Tanjung Priok (1984 hingga 1998), dan penembakan mahasiswa di Semanggi, Tragedi I dan II (1998-1999). Terlebih dari itu, masih banyak kasus yang sedikit demi sedikit membuat namanya semakin banyak dikenal masyarakat.
3. Jopi Peranginangin, Meninggal karena Ditusuk
Pria yang bernama lengkap Jopi Teguh Laksana Peranginangin ini merupakan aktivis Sosial dan lingkungan dari Partai Rakyat Demokratik. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada Mei 2015 lalu setelah ditusuk oleh orang yang tidak dikenal. Jopi dikeroyok pria berbadan tegap dan cepak, lalu salah satu dari mereka menusukkan bayonet hingga tewas.
Ia merupakan penggiat reformasi 1998 yang kritis dalam menyuarakan soal konflik-konflik masyarakat adat maupun petani yang hak-hak terampas industri ekstraktif, seperti sawit, tambang dan lain-lain. Dia juga aktif menyuarakan berbagai permasalahan di negeri ini di media sosial seperti Facebook dan Twitter. Kini, polisi masih mengusut kasus penusukan Jopi dan memeriksa beberapa saksi juga menganalisa rekaman CCTV.
4. Salim Kancil, Dibunuh Karena Menolak Tambang Ilegal
Salim Kancil ditemukan tewas pada 26 September 2015 karena dikeroyok segerombolan orang. Ia merupakan aktvis lingkungan yang menolak pembangunan tambang di Kecamatan Pasiran, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Ironisnya Ia dihabisi nyawanya di hadapan warga yang tidak kuasa menolongnya. Salim dijemput paksa saat tengah menggedong cucu di kediamannya. Para preman ini mengikat salim dan menyeretnya menuju balai desa. Selain diseret, Salim juga dihajar dengan pukulan dan senjata selama perjalanan. Gerombolan ini terus melakukan adegan brutal kepada Salim. Di dalam balai desa, Salim disetrum dengan alat listrik yang sudah disiapkan kelompok tersebut.
Meski berada di dalam ruangan balai desa, tak satu pun perangkat desa yang keluar menghentikan aksi 'gila' tersebut. Salim Kancil pun tewas dalam aksi tak berperikemanusiaan itu. Salim tewas dalam kondisi telungkup di antara batu dan kayu berserakan di dalam ruangan balai desa.
Peristiwa ini bermula saat Salim dan rekannya sesama aktivis Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Desa, menolak adanya penambangan pasir liar di desanya. Akibatnya, keduanya dikeroyok 40 orang pro-penambangan yang diduga kuat dibekingi perusahaan besar.
Masih banyak aktivis-aktivis di luar sana yang nyawanya kini terancam karena berusaha membela kebenaran.
Sumber : http://www.infoyunik.com/2015/09/empat-aktivis-yang-hidupnya-berakhir.html
Langganan:
Postingan (Atom)





