Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Januari 2017

Walau Asli Enam Agama Ini Tidak Diakui Pemerintah Indonesia

Walau muncul yang pertama dan asli lahir ditanah Indonesia enam agama ini tidak diakui oleh pemerintah Indonesia
Dalam kamus besar bahasa Indonesia agama di definisikan sebagai suatu sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan dan Manusia dengan lingkungan.
Setiap daerah dan kebudayaan tentu memiliki keyakinan atau agama yang di percaya dan sudah di anut sejak dulu kala. Namun dalam konteks nasional yang berhubungan dengan negara hanya beberapa saja yang diakui dan dimasukkan sebagai ciri suatu negara. Salah satunya di Indonesia, di negara tercinta ini hanya ada 6 agama yang diakui pemerintah yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konguchu.
Padahal jika melihat dalam sejarahnya, masih banyak lagi agama di Indonesia yang sudah ada bahkan keberadaannya lebih awal dan sudah ada sebelum 6 agama yang diakui pemerintah masuk ke Indonesia. Dengan beberapa alasan selain 6 agama yang diakui pemerintah, agama lain yang ada di Indonesia di masukkan oleh pemerintah dalam golongan aliran kepercayaan atau animisme.
Agama asli di tanah Indonesia seperti Sunda Wiwitan, Kewajen, hingga Marapu tidak masuk dalam golongan agama yang diakui. Padahal agama tersebut sudah ada sejak dulu kala. Meski begitu, walau tidak masuk dalam list yang diakui, agama-agama tersebut sampai saat ini masih bertahan dan masih di yakini oleh beberapa golongan.
Berikut anakregular informasikan enam agama asli Indonesia yang tidak diakui oleh pemerintah. Silahkan disimak ;
Agama Sunda Wiwitan
Walau Asli Enam Agama Ini Tidak Diakui Pemerintah Indonesia
AnakRegular - Dalam sejarahnya Sunda Wiwitan merupakan salah satu agama paling tua dan pertama ada yang telah di anut oleh sekelompok masyarakat Sunda di Indonesia. Dalam catatan sejarah agama ini sudah ada sebalum Hindu dan Budha masuk ke nusantara. Namun karena keberadaannya yang sedikit saat ini Agama ini tidak diakui secara nasional.
Adapun kelompok masyarakat yang masih mengamalkan dan masih memegang teguh keyakinan para leluhurnya ini berada di kawasan keneke, Banten, Kampung Naga, Cirebon, dan Cigugur Kuningan. Dalam prakteknya agama Sunda Wiwitan menyembah roh nenek moyang sebagai entisitas yang di tinggikan.
Selain memuja nenek moyang, agama ini juga memiliki satu tuhan yang kerap di sebut oleh penganutnya Sang Hyang Kersa. Tuhan dalam ajaran agama ini tetaplah satu sama seperti ajaran umat islam di dunia. 
Agama Kewajen Keyakinan Orang Jawa Kuno
Walau Asli Enam Agama Ini Tidak Diakui Pemerintah Indonesia
AnakRegular - Agama lain yang tak di akui oleh pemerintah Indonesia di tanah nusantara adalah agama kewajen. Agama ini dalam sejarahnya di tuliskan sebagai agama yang sejak dahulu sudah di anut oleh masyarakat jawa. Sama seperti agama kebanyakan para penganutnya selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangannya. Meski begitu bagi kaum yang meyakini kepercayaan ini menyebut kewajen bukanlah sebuah agama, meski dalam prakteknya memiliki banyak unsur yang menyerupai sebuah agama.
Dalam kepercayaan kewajen ada sebuah misi yang diajarkan kepada semua umatnya. Semua umat Kewajen harus melaksanakan empat hal wajib saat hidup. Yakni seorang manusia Jawa harus bisa menjadi rahmat bagi dirinya sendiri, lalu harus menjadi rahmat bagi keluarganya. Dan dua yang terakhir dalam ajaran agama Kewajen adalah menjadikan semua umat manusia sebagai rahmat bagi sesama dan alam semesta.
Agama Marapu Yang Asli di Pulau Sumba


Walau Asli Enam Agama Ini Tidak Diakui Pemerintah Indonesia
AnakRegular - Dituliskan dalam sejarah jika agama Marapu merupakan agama asli pribumi bagi masyarakat di pulau Sumba. Konon agama ini sudah ada sejak dahulu kala, para umatnya di gama Marapu selalu melakukan ritual dan kewajiban pemujaan kepada nenek moyang yang telah pergi dari dunia.
Umat Marapu, percaya jika setelah kematian datang, mereka akan pergi ke suatu tempat yang sangat indah bernama Prai marapu. Tempat yang konon dikatakan sangat indah dan bisa disamakan sebagai surga yang di percayai oleh beberapa agama seperti Islam dan Kristen.
Dalam prakteknya, kompleksitas agama Marapu yang sudah ada sejak lama ini sangatlah beragam, hal ini bisa di lihat dari banyaknya upacara keagamaan yang dilakukan oleh penganutnya. Mulai dari upacara yang berkaitan dengan daur hidup seperti kematian, kelahiran, dan pernikahan akan diwujudkan menjadi pesta besar. Selain masalah tradisi, orang dengan agama ini juga mengenal beberapa makhluk gaib, kekuatan gaib, dan mengeramatkan beberapa benda.
Agama Buhun, Agama Sunda Lainnya Yang dilupakan
Walau Asli Enam Agama Ini Tidak Diakui Pemerintah Indonesia
AnakRegular - Dalam catatan sejarah agama Buhun dikatakan sebagai agama asli Sunda yang sudah ada sejak dahulu kala. Agama ini sering di sebut dengan jati sunda dan belum bercampur dengan ajaran agama utama. Agama Buhun, bisa dikatakan sebagai agama yang masih murni karena belum ada campur campur dari agama lainnya dan masih di turunkan dari satu generasi ke generasi lainnya.
Buhun memiliki arti memuja nenek moyang. Mengagungkan apa yang telah dilakukan oleh leluhur di masa lalu. Zaman sekarang, orang yang menganut Buhun masih ada meski jumlahnya sangat sedikit di kawasan Bekasi, Jawa Barat.
Agama Kaharingan Pertama di Suku Dayak Kalimantan
Walau Asli Enam Agama Ini Tidak Diakui Pemerintah Indonesia
AnakRegular - Dalam catatan sejarah Kaharingan merupakan salah satu agama asli Indonesia yang berasal dari Kalimantan. Agama ini banyak di anut oleh suku dayak, sebelum agama besar yang diakui pemerintah masuk ke daerah kalimantan. Dalam kepercayaan kaharingan, adanya suatu kepercayaan terhadap adanya entitas yang sering disebut dengan ranying. Entitas itu bisa disamakan dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Seiring berjalannya waktu, agama kaharingan di masukkan ke dalam ajaran agama Hindu pada tahun 1980. Kemiripan tradisi dan lelakunya dirasa mirip oleh pemerintah. Meski masuk dalam cakupan agama Hindu, Kaharingan masih memiliki tradisi asli yang tak bisa disamakan dengan agama lainnya. Misal mereka punya tempat ibadah yang dinamai dengan Balai Basarah.
Agama Ugamo Malim Asli Suku Batak Sumatra
Walau Asli Enam Agama Ini Tidak Diakui Pemerintah Indonesia
AnakRegular - Terakhir agama asli Indonesia yang tidak di akui pemerintah adalah Ugamo Malim. Agama ini dalam catatan sejarah merupakan agama asli dari suku batak di kawasan danau Toba. Jaun sebelum agama besar seperti Kristen dan Islam masuk masyarakat batak memeluk agama ini. 
Dalam prakteknya agama Ugamo Malim memiliki kesamaan dengan agama kuno Yahudi yang terletak jauh di seberang Samudrea. Adapun untuk saat ini, agama yang sudah mulai dilupakan ini masih di percaya dan diyakini oleh 35 generasi suku batak. Yang berarti agama ini telah ada sejak 800 tahun yang lalu.
Dalam Ugamo Malim dikenal Tuhan YME dengan julukan Debata Mula Jadi Na Bolon. Tuhan dalam kepercayaan Ugamo Malim menciptakan alam semesta, bumi, manusia dan segala hal yang ada di sekitarnya. Saat ini pemeluk Ugamo Malim hanya bersisa 10.000 saja di kawasan Sumatra.

Senin, 01 Agustus 2016

Fakta Mengejutkan Proses Terbelahnya Laut Merah

Di zaman serba canggih dan logis seperti sekarang ini, kisah-kisah yang diceritakan dalam kitab suci termasuk mukjizat-
Mukjizat yang di turunkan kepada wali Allah dipertanyakan kebenarannya. Bukan dalam rangka mengingkari firman-firman Tuhan, tetapi lebih kepada pencarian kebenaran. Teknologi yang semakin canggih mempermudah segala sesuatu dalam proses pembuktian hal-hal tersebut secara logis dan berbasis sains. Dan luar biasanya akhir-akhir ini banyak mukjizat yang pada zamannya adalah sesuatu yang tidak masuk akal menjadi terang dan penuh penjelasan empiris baik secara teori keilmuan ataupun fakta-fakta nyata.
 
Sebagai salah satu contoh penemuan kerangka kapal yang diduga bahtera Nabi Nuh yang menggemparkan dunia berikut penjelasan ilmiah mengenai banjir besar yang melenyapkan peradaban manusia pada waktu itu, teori-teori yang di lemparkan ke publik sangat detail dan masuk akal dan terukur. Dan tidak kalah heboh, penemuan artefak-artefak kuno serta tulang belulang di dasar laut merah yang diduga adalah peninggalan dari balatentara Firaun yang tenggelam saat mengejar nabi Musa AS dan ummatnya. 

Seorang Arkeologi bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 menyatakan bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno di dasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam di lautan ketika digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
penemuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa-sisa tulang belulang itu merupakan bahagian dari kerangka para tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan, memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, di mana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.

Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Di antara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.
Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kecerunan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 darjah, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 darjah. Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter. Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah kita membayangkan berapa daya atau tekanan yang diperlukan untuk membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut perkiraan, Diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin, menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konsisten 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam.
Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan (QS 2:50).Dan kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, Karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu Telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (QS 10:90). Dan Sesungguhnya Telah kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, Maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu[933], kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)”. (QS 20:77)Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka. (QS 20:78)Lalu kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. (QS 26:63)

Simulasi terbelahnya laut merah oleh ilmuan berdasarkan hukum fisika

Seperti yang mister kutip dari didiksugiarto.com Sekelompok ilmuan asal Amerika bahkan melakukan simulasi khusus untuk membuktikan secara ilmiah proses terbelahnya laut merah tersebut. Peran angin dari timur yang berhembus kencang dikabarkan membantu terbelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa seperti yang tertulis pada kitab suci agama Samawi, 
Simulasi komputer memperlihatkan bagaimana angin dapat menghempaskan air laut sehingga mencapai dasar lautan dan membentuk laguna, kata kelompok peneliti di Badan Nasional Penelitian Atmosfir dan Universitas Colorado di Boulder.
"Simulasi tersebut hampir cocok dengan apa yang di ceritakan dalam kitab suci," kata pemimpin penelitian itu, Carl Drews dari NCAR.
Menurut Carl, berdasarkan ilmu fisika, angin dapat menghempaskan air menjadi sebuah jalur yang aman untuk dilintasi karena sifatnya yang luwes, kemudian kembali mengalir seperti semula.
Menurut tulisan dari kitab suci Islam maupun Kristen, Nabi Musa AS. memimpin umat Yahudi keluar dari Mesir atas kejaran Firaun pada 3.000 tahun yang lalu. Laut Merah saat itu terbelah sementara untuk membantu rombongan Musa melintas dan langsung menutup kembali, menenggelamkan para tentara Firaun.
Drews dan kelompoknya meneliti tentang angin topan yang berasal dari Samudera Pasifik menciptakan badai besar yang dapat menghempaskan air di laut dalam.
Kelompoknya menunjukkan kawasan selatan Laut Mediterania yang diduga menjadi tempat penyeberangan itu, dan memaparkan bentuk tanah yang berbeda karena terbentuk setelahnya serta memicu isu mengenai lautan yang terbelah.
Pemaparan tersebut membutuhkan bentuk tapal kuda Sungai Nil dan laguna dangkal di sepanjang garis pantai. Hal ini memperlihatkan angin berkecepatan sekitar 101 kilometer per jam yang berhembus selama 12 jam, dapat menghempaskan air pada kedalaman sekitar dua meter.
"Laguna itu memiliki panjang sejauh 3-4 kilometer dan lebar sejauh lima kilometer yang terbelah selama empat jam," kata mereka di dalam Jurnal Perpustakaan Umum Ilmu Pengetahuan, PloS ONE.
"Masyarakat telah dibuat kagum atas cerita pembelahan laut itu, membayangkan bahwa hal itu terjadi secara nyata," kata Drew menambahkan bahwa penelitian ini menjelaskan tentang pembelahan laut tersebut berdasarkan hukum fisika.(MRA).
sumber :
Di zaman serba canggih dan logis seperti sekarang ini, kisah-kisah yang diceritakan dalam kitab suci termasuk mukjizat-mukjizat yang di turunkan kepada wali Allah dipertanyakan kebenarannya. Bukan dalam rangka mengingkari firman-firman Tuhan, tetapi lebih kepada pencarian kebenaran. Tekhnologi yang senakin canggih mempermudah segala sesuatu dalam proses pembuktian hal-hal tersebut secara logis dan berbasis sains. Dan luar biasanya akhir-akhir ini banyak mukjizat yang pada zamannya adalah sesuatu yang tidak masuk akal menjadi terang dan penuh penjelasan empiris baik secara teori keilmuan ataupun fakta-fakta nyata. 
Sebagai salah satu contoh penemuan kerangka kapal yang diduga bahtera nabi nuh yang menggemparkan dunia berikut penjelasan ilmiah mengenai banjir besar yang melenyapkan peradaban manusia pada waktu itu, teori-teori yang di lemparkan ke publik sangat detail dan masuk akal dan terukur. Dan tidak kalah heboh, penemuan artefak-artefak kuno serta tulang belulang di dasar laut merah yang diduga adalah peninggalan dari balatentara Firaun yang tenggelam saat mengejar nabi Musa AS dan ummatnya. 
Seorang Arkeologi bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 menyatakan bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan ketika digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
penemuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahawa sisa-sisa tulang belulang itu merupakan bahagian dari kerangka para tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan, memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.

Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Di antara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.
Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kecerunan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 darjah, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 darjah. Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter. Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah kita membayangkan berapa daya atau tekanan yang diperlukan untuk membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut perkiraan, Diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin, menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konsisten 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam.
Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan (QS 2:50).Dan kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, Karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu Telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (QS 10:90).Dan Sesungguhnya Telah kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, Maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu[933], kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)”. (QS 20:77)Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka. (QS 20:78)Lalu kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. (QS 26:63)

Simulasi terbelahnya laut merah oleh ilmuan berdasarkan hukum fisika

Seperti yang mister kutip dari didiksugiarto.com Sekelompok ilmuan asal Amerika bahkan melakukan simulasi khusus untuk membuktikan secara ilmiah proses terbelahnya laut merah tersebut. Peran angin dari timur yang berhembus kencang dikabarkan membantu terbelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa seperti yang tertulis pada kitab suci agama Samawi, 
Simulasi komputer memperlihatkan bagaimana angin dapat menghempaskan air laut sehingga mencapai dasar lautan dan membentuk laguna, kata kelompok peneliti di Badan Nasional Penelitian Atmosfir dan Universitas Colorado di Boulder.
"Simulasi tersebut hampir cocok dengan apa yang di ceritakan dalam kitab suci," kata pemimpin penelitian itu, Carl Drews dari NCAR.
Menurut Carl, berdasarkan ilmu fisika, angin dapat menghempaskan air menjadi sebuah jalur yang aman untuk dilintasi karena sifatnya yang luwes, kemudian kembali mengalir seperti semula.
Menurut tulisan dari kitab suci Islam maupun Kristen, Nabi Musa AS. memimpin umat Yahudi keluar dari Mesir atas kejaran Firaun pada 3.000 tahun yang lalu. Laut Merah saat itu terbelah sementara untuk membantu rombongan Musa melintas dan langsung menutup kembali, menenggelamkan para tentara Firaun.
Drews dan kelompoknya meneliti tentang angin topan yang berasal dari Samudera Pasifik menciptakan badai besar yang dapat menghempaskan air di laut dalam.
Kelompoknya menunjukkan kawasan selatan Laut Mediterania yang diduga menjadi tempat penyeberangan itu, dan memaparkan bentuk tanah yang berbeda karena terbentuk setelahnya serta memicu isu mengenai lautan yang terbelah.
Pemaparan tersebut membutuhkan bentuk tapal kuda Sungai Nil dan laguna dangkal di sepanjang garis pantai. Hal ini memperlihatkan angin berkecepatan sekitar 101 kilometer per jam yang berhembus selama 12 jam, dapat menghempaskan air pada kedalaman sekitar dua meter.
"Laguna itu memiliki panjang sejauh 3-4 kilometer dan lebar sejauh lima kilometer yang terbelah selama empat jam," kata mereka di dalam Jurnal Perpustakaan Umum Ilmu Pengetahuan, PloS ONE.
"Masyarakat telah dibuat kagum atas cerita pembelahan laut itu, membayangkan bahwa hal itu terjadi secara nyata," kata Drew menambahkan bahwa penelitian ini menjelaskan tentang pembelahan laut tersebut berdasarkan hukum fisika.(MRA).
sumber :
 

Fakta Mengejutkan Proses Terbelahnya Laut Merah

Di zaman serba canggih dan logis seperti sekarang ini, kisah-kisah yang diceritakan dalam kitab suci termasuk mukjizat-
Mukjizat yang di turunkan kepada wali Allah dipertanyakan kebenarannya. Bukan dalam rangka mengingkari firman-firman Tuhan, tetapi lebih kepada pencarian kebenaran. Teknologi yang semakin canggih mempermudah segala sesuatu dalam proses pembuktian hal-hal tersebut secara logis dan berbasis sains. Dan luar biasanya akhir-akhir ini banyak mukjizat yang pada zamannya adalah sesuatu yang tidak masuk akal menjadi terang dan penuh penjelasan empiris baik secara teori keilmuan ataupun fakta-fakta nyata.
 
Sebagai salah satu contoh penemuan kerangka kapal yang diduga bahtera Nabi Nuh yang menggemparkan dunia berikut penjelasan ilmiah mengenai banjir besar yang melenyapkan peradaban manusia pada waktu itu, teori-teori yang di lemparkan ke publik sangat detail dan masuk akal dan terukur. Dan tidak kalah heboh, penemuan artefak-artefak kuno serta tulang belulang di dasar laut merah yang diduga adalah peninggalan dari balatentara Firaun yang tenggelam saat mengejar nabi Musa AS dan ummatnya. 

Seorang Arkeologi bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 menyatakan bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno di dasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam di lautan ketika digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
penemuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa-sisa tulang belulang itu merupakan bahagian dari kerangka para tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan, memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, di mana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.

Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Di antara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.
Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kecerunan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 darjah, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 darjah. Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter. Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah kita membayangkan berapa daya atau tekanan yang diperlukan untuk membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut perkiraan, Diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin, menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konsisten 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam.
Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan (QS 2:50).Dan kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, Karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu Telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (QS 10:90). Dan Sesungguhnya Telah kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, Maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu[933], kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)”. (QS 20:77)Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka. (QS 20:78)Lalu kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. (QS 26:63)

Simulasi terbelahnya laut merah oleh ilmuan berdasarkan hukum fisika

Seperti yang mister kutip dari didiksugiarto.com Sekelompok ilmuan asal Amerika bahkan melakukan simulasi khusus untuk membuktikan secara ilmiah proses terbelahnya laut merah tersebut. Peran angin dari timur yang berhembus kencang dikabarkan membantu terbelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa seperti yang tertulis pada kitab suci agama Samawi, 
Simulasi komputer memperlihatkan bagaimana angin dapat menghempaskan air laut sehingga mencapai dasar lautan dan membentuk laguna, kata kelompok peneliti di Badan Nasional Penelitian Atmosfir dan Universitas Colorado di Boulder.
"Simulasi tersebut hampir cocok dengan apa yang di ceritakan dalam kitab suci," kata pemimpin penelitian itu, Carl Drews dari NCAR.
Menurut Carl, berdasarkan ilmu fisika, angin dapat menghempaskan air menjadi sebuah jalur yang aman untuk dilintasi karena sifatnya yang luwes, kemudian kembali mengalir seperti semula.
Menurut tulisan dari kitab suci Islam maupun Kristen, Nabi Musa AS. memimpin umat Yahudi keluar dari Mesir atas kejaran Firaun pada 3.000 tahun yang lalu. Laut Merah saat itu terbelah sementara untuk membantu rombongan Musa melintas dan langsung menutup kembali, menenggelamkan para tentara Firaun.
Drews dan kelompoknya meneliti tentang angin topan yang berasal dari Samudera Pasifik menciptakan badai besar yang dapat menghempaskan air di laut dalam.
Kelompoknya menunjukkan kawasan selatan Laut Mediterania yang diduga menjadi tempat penyeberangan itu, dan memaparkan bentuk tanah yang berbeda karena terbentuk setelahnya serta memicu isu mengenai lautan yang terbelah.
Pemaparan tersebut membutuhkan bentuk tapal kuda Sungai Nil dan laguna dangkal di sepanjang garis pantai. Hal ini memperlihatkan angin berkecepatan sekitar 101 kilometer per jam yang berhembus selama 12 jam, dapat menghempaskan air pada kedalaman sekitar dua meter.
"Laguna itu memiliki panjang sejauh 3-4 kilometer dan lebar sejauh lima kilometer yang terbelah selama empat jam," kata mereka di dalam Jurnal Perpustakaan Umum Ilmu Pengetahuan, PloS ONE.
"Masyarakat telah dibuat kagum atas cerita pembelahan laut itu, membayangkan bahwa hal itu terjadi secara nyata," kata Drew menambahkan bahwa penelitian ini menjelaskan tentang pembelahan laut tersebut berdasarkan hukum fisika.(MRA).
sumber :
Di zaman serba canggih dan logis seperti sekarang ini, kisah-kisah yang diceritakan dalam kitab suci termasuk mukjizat-mukjizat yang di turunkan kepada wali Allah dipertanyakan kebenarannya. Bukan dalam rangka mengingkari firman-firman Tuhan, tetapi lebih kepada pencarian kebenaran. Tekhnologi yang senakin canggih mempermudah segala sesuatu dalam proses pembuktian hal-hal tersebut secara logis dan berbasis sains. Dan luar biasanya akhir-akhir ini banyak mukjizat yang pada zamannya adalah sesuatu yang tidak masuk akal menjadi terang dan penuh penjelasan empiris baik secara teori keilmuan ataupun fakta-fakta nyata. 
Sebagai salah satu contoh penemuan kerangka kapal yang diduga bahtera nabi nuh yang menggemparkan dunia berikut penjelasan ilmiah mengenai banjir besar yang melenyapkan peradaban manusia pada waktu itu, teori-teori yang di lemparkan ke publik sangat detail dan masuk akal dan terukur. Dan tidak kalah heboh, penemuan artefak-artefak kuno serta tulang belulang di dasar laut merah yang diduga adalah peninggalan dari balatentara Firaun yang tenggelam saat mengejar nabi Musa AS dan ummatnya. 
Seorang Arkeologi bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 menyatakan bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan ketika digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
penemuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahawa sisa-sisa tulang belulang itu merupakan bahagian dari kerangka para tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan, memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.

Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Di antara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.
Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kecerunan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 darjah, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 darjah. Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter. Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah kita membayangkan berapa daya atau tekanan yang diperlukan untuk membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut perkiraan, Diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin, menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konsisten 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam.
Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan (QS 2:50).Dan kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, Karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu Telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (QS 10:90).Dan Sesungguhnya Telah kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, Maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu[933], kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)”. (QS 20:77)Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka. (QS 20:78)Lalu kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. (QS 26:63)

Simulasi terbelahnya laut merah oleh ilmuan berdasarkan hukum fisika

Seperti yang mister kutip dari didiksugiarto.com Sekelompok ilmuan asal Amerika bahkan melakukan simulasi khusus untuk membuktikan secara ilmiah proses terbelahnya laut merah tersebut. Peran angin dari timur yang berhembus kencang dikabarkan membantu terbelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa seperti yang tertulis pada kitab suci agama Samawi, 
Simulasi komputer memperlihatkan bagaimana angin dapat menghempaskan air laut sehingga mencapai dasar lautan dan membentuk laguna, kata kelompok peneliti di Badan Nasional Penelitian Atmosfir dan Universitas Colorado di Boulder.
"Simulasi tersebut hampir cocok dengan apa yang di ceritakan dalam kitab suci," kata pemimpin penelitian itu, Carl Drews dari NCAR.
Menurut Carl, berdasarkan ilmu fisika, angin dapat menghempaskan air menjadi sebuah jalur yang aman untuk dilintasi karena sifatnya yang luwes, kemudian kembali mengalir seperti semula.
Menurut tulisan dari kitab suci Islam maupun Kristen, Nabi Musa AS. memimpin umat Yahudi keluar dari Mesir atas kejaran Firaun pada 3.000 tahun yang lalu. Laut Merah saat itu terbelah sementara untuk membantu rombongan Musa melintas dan langsung menutup kembali, menenggelamkan para tentara Firaun.
Drews dan kelompoknya meneliti tentang angin topan yang berasal dari Samudera Pasifik menciptakan badai besar yang dapat menghempaskan air di laut dalam.
Kelompoknya menunjukkan kawasan selatan Laut Mediterania yang diduga menjadi tempat penyeberangan itu, dan memaparkan bentuk tanah yang berbeda karena terbentuk setelahnya serta memicu isu mengenai lautan yang terbelah.
Pemaparan tersebut membutuhkan bentuk tapal kuda Sungai Nil dan laguna dangkal di sepanjang garis pantai. Hal ini memperlihatkan angin berkecepatan sekitar 101 kilometer per jam yang berhembus selama 12 jam, dapat menghempaskan air pada kedalaman sekitar dua meter.
"Laguna itu memiliki panjang sejauh 3-4 kilometer dan lebar sejauh lima kilometer yang terbelah selama empat jam," kata mereka di dalam Jurnal Perpustakaan Umum Ilmu Pengetahuan, PloS ONE.
"Masyarakat telah dibuat kagum atas cerita pembelahan laut itu, membayangkan bahwa hal itu terjadi secara nyata," kata Drew menambahkan bahwa penelitian ini menjelaskan tentang pembelahan laut tersebut berdasarkan hukum fisika.(MRA).
sumber :
 

Ini yang Terjadi Jika Air Laut Tidak Asin

Air laut merupakan salah satu bukti kekuasaan Allah SWT. Sang Maha Kreatif ini membuat keseimbangan alam begitu mempesona. Khusus untuk air laut, sebagian kita mungkin sering bertanya, mengapa rasanya bisa begitu asin dan berbeda dengan air jenis lain?

Sebagian berpikir, andai saja air laut berasa tawar, maka akan lebih bermanfaat untuk dikonsumsi. Karena tidak bisa dipungkiri jika saat ini dunia mengalami krisis air bersih yang layak minum. Banyak sungai yang tercemar dan membuat manusia susah mencari air.


Namun, pemikiran tersebut tidak benar adanya. Karena Allah SWT menciptakan asinnya air laut bukan tanpa alasan.  Ada hikmah luar biasa dibalik proses alam ini. Bahkan bahaya besar mengintai makhluk ketika rasa air laut tidak asin. Sebenarnya apa yang akan terjadi?

Perkara air laut ternyata tidak luput dari pembahasan Allah SWT dan sudah tertulis dalam Alquran. Ini menjadi bukti, bahwa Allah tidak  main-main dalam proses penciptaan semua makhluk-Nya.

“Dan tidaklah sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu pakaip, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.” (QS. Faathir: 12).

Salah satu bahaya yang akan menimpia makhluk ketika air laut tidak asin adalah tempat ini akan menjadi pusat dari segala macam bentuk wabah penyakit.  Tentu ini akan mengancam keselamatan penduduk dunia, mengingat luas lautan lebih besar dibanding daratan. Mengapa bisa demikian?

Salinitas (kadar garam) laut berfungsi untuk mensterilkan air, sehingga mencegah terjadinya pembusukan, dan perkembangbiakan penyakit. Kalau tidak demikian niscaya laut menjadi menjadi pusat (markas) yang baik bagi wabah dan penyakit yang menyebar ke seluruh negara dan bangsa.

Sekilas mari mengingat tragedi Tsunami yang terjadi pada 2004 silam. Ada begitu banyak korban jiwa yang meninggal dalam tragedi tersebut. Sebagian ditemukan, namun tidak sedikit pula yang ikut terseret menuju lautan dan samudera yang luas. Bagaimana jadinya jika air laut rasanya tawar? Jika air laut tidak asin, maka jenazah ini justru akan menjadi wabah penyakit karena mengalami pembusukan. Wallauhualam.

Selain itu, asinnya air laut juga memberika hikmah luar biasa lainnya. Jika air laut tidak asin, niscaya akan menyulitkan dunia transportasi air. Namun, bagaimana bisa?

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung,” (QS. Asy-Syuuraa ayat 32).

“Kapal yang berlayar di laut dengan muatan yang bermanfaat bagi manusia,” (QS. al-Baqarah: 164).

“Masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.” (QS. Faathir: 12).

Laut dan transportasi menjadi bagian yang memukau. Allah SWT menjelaskan tentang laut dan dihubungkan dengan kapal-kapal sebagai alat transportasinya. Jika ini tidak istimewa, mengapa Allah tidak menyebut sungai dan alat transportasinya? Karena keistimewaannya inilah  maka Allah menyebutkannya di dalam Alquran.

Ternyata ini ada kaitannya dengan asinnya air laut. Hal ini bisa dibuktikan dari proses pembuatan es krim. Jika melihat proses membuat es krim, maka akan ditemukan bahwa pembekuan es krim dengan menggunakan es saja tidak cukup, karena es tidak dapat mendinginkan hingga di bawah 0 (nol) derajat celcius.

Untuk itu,  para pekerja mencampurkan garam ke dalam es, sehingga membentuk campuran cairan asin yang meleleh pada derajat di bawah nol derajat (yang perlu diperhatikan bahwa pendinginan dengan cara ini yaitu peningkatan konsentrasi garam tidak dapat dilakukan sampai suhu di bawah 12 derajat celcius). Dan pengamatan sederhana ini termasuk hal yang penting yang terjadi di perairan laut.

Danau dan sungai dapat membeku dimusim dingin. Tapi, laut tidak. Salah satu penyebab utamanya adalah laut memiliki air yang asin. Kandungan garam di air laut menurunkan titik bekunya. Maka keberadaan kadar garam di laut ini membuat air laut baru membeku pada derajat di bawah 0 (nol) derajat, suatu hal itu yang memungkinkan air laut tetap mengalir/tidak beku (karena ia cair) pada derajat kurang dari 10 derajat.

Jadi, suhu musim dingin rata-rata tidak mampu membekukan air laut. Sehingga hal itu memudahkan pelayaran pada musim dingin pada waktu yang lebih lama (karena air laut tidak membeku pada suhu di bawah nol derajat). Wallauhualam, hanya Allah lah pemilik ilmu pengetahuna. Tidak satupun di muka bumi yang diciptakannya tanpa hikmah, begitu indah, dan tanpa celah. Terimakasih sudah membaca.

Sumber : http://www.infoyunik.com/2016/06/ini-yang-terjadi-jika-air-laut-tidak.html

Ini yang Terjadi Jika Air Laut Tidak Asin

Air laut merupakan salah satu bukti kekuasaan Allah SWT. Sang Maha Kreatif ini membuat keseimbangan alam begitu mempesona. Khusus untuk air laut, sebagian kita mungkin sering bertanya, mengapa rasanya bisa begitu asin dan berbeda dengan air jenis lain?

Sebagian berpikir, andai saja air laut berasa tawar, maka akan lebih bermanfaat untuk dikonsumsi. Karena tidak bisa dipungkiri jika saat ini dunia mengalami krisis air bersih yang layak minum. Banyak sungai yang tercemar dan membuat manusia susah mencari air.


Namun, pemikiran tersebut tidak benar adanya. Karena Allah SWT menciptakan asinnya air laut bukan tanpa alasan.  Ada hikmah luar biasa dibalik proses alam ini. Bahkan bahaya besar mengintai makhluk ketika rasa air laut tidak asin. Sebenarnya apa yang akan terjadi?

Perkara air laut ternyata tidak luput dari pembahasan Allah SWT dan sudah tertulis dalam Alquran. Ini menjadi bukti, bahwa Allah tidak  main-main dalam proses penciptaan semua makhluk-Nya.

“Dan tidaklah sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu pakaip, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.” (QS. Faathir: 12).

Salah satu bahaya yang akan menimpia makhluk ketika air laut tidak asin adalah tempat ini akan menjadi pusat dari segala macam bentuk wabah penyakit.  Tentu ini akan mengancam keselamatan penduduk dunia, mengingat luas lautan lebih besar dibanding daratan. Mengapa bisa demikian?

Salinitas (kadar garam) laut berfungsi untuk mensterilkan air, sehingga mencegah terjadinya pembusukan, dan perkembangbiakan penyakit. Kalau tidak demikian niscaya laut menjadi menjadi pusat (markas) yang baik bagi wabah dan penyakit yang menyebar ke seluruh negara dan bangsa.

Sekilas mari mengingat tragedi Tsunami yang terjadi pada 2004 silam. Ada begitu banyak korban jiwa yang meninggal dalam tragedi tersebut. Sebagian ditemukan, namun tidak sedikit pula yang ikut terseret menuju lautan dan samudera yang luas. Bagaimana jadinya jika air laut rasanya tawar? Jika air laut tidak asin, maka jenazah ini justru akan menjadi wabah penyakit karena mengalami pembusukan. Wallauhualam.

Selain itu, asinnya air laut juga memberika hikmah luar biasa lainnya. Jika air laut tidak asin, niscaya akan menyulitkan dunia transportasi air. Namun, bagaimana bisa?

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung,” (QS. Asy-Syuuraa ayat 32).

“Kapal yang berlayar di laut dengan muatan yang bermanfaat bagi manusia,” (QS. al-Baqarah: 164).

“Masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.” (QS. Faathir: 12).

Laut dan transportasi menjadi bagian yang memukau. Allah SWT menjelaskan tentang laut dan dihubungkan dengan kapal-kapal sebagai alat transportasinya. Jika ini tidak istimewa, mengapa Allah tidak menyebut sungai dan alat transportasinya? Karena keistimewaannya inilah  maka Allah menyebutkannya di dalam Alquran.

Ternyata ini ada kaitannya dengan asinnya air laut. Hal ini bisa dibuktikan dari proses pembuatan es krim. Jika melihat proses membuat es krim, maka akan ditemukan bahwa pembekuan es krim dengan menggunakan es saja tidak cukup, karena es tidak dapat mendinginkan hingga di bawah 0 (nol) derajat celcius.

Untuk itu,  para pekerja mencampurkan garam ke dalam es, sehingga membentuk campuran cairan asin yang meleleh pada derajat di bawah nol derajat (yang perlu diperhatikan bahwa pendinginan dengan cara ini yaitu peningkatan konsentrasi garam tidak dapat dilakukan sampai suhu di bawah 12 derajat celcius). Dan pengamatan sederhana ini termasuk hal yang penting yang terjadi di perairan laut.

Danau dan sungai dapat membeku dimusim dingin. Tapi, laut tidak. Salah satu penyebab utamanya adalah laut memiliki air yang asin. Kandungan garam di air laut menurunkan titik bekunya. Maka keberadaan kadar garam di laut ini membuat air laut baru membeku pada derajat di bawah 0 (nol) derajat, suatu hal itu yang memungkinkan air laut tetap mengalir/tidak beku (karena ia cair) pada derajat kurang dari 10 derajat.

Jadi, suhu musim dingin rata-rata tidak mampu membekukan air laut. Sehingga hal itu memudahkan pelayaran pada musim dingin pada waktu yang lebih lama (karena air laut tidak membeku pada suhu di bawah nol derajat). Wallauhualam, hanya Allah lah pemilik ilmu pengetahuna. Tidak satupun di muka bumi yang diciptakannya tanpa hikmah, begitu indah, dan tanpa celah. Terimakasih sudah membaca.

Sumber : http://www.infoyunik.com/2016/06/ini-yang-terjadi-jika-air-laut-tidak.html

Inilah Dosa yang 1000 Kali Lebih Besar dari Berzina

Perilaku zina merupakan salah satu perbuatan dosa besar yang sangat dibenci Allah. Begitu banyak ayat dalam Alquran menjelaskan tentang hukuman yang akan diterima para pelakunya  baik saat di dunia maupun ketika di akhirat.

Jika dilakukan oleh orang yang belum menikah, maka pelaku zina harus dirajam di hadapan penduduk sebanyak seratus kali. Sementara bagi yang sudah menikah namun melakukan zina dengan yang bukan muhrimnya, maka hukumannya dirajam sampai mati.

Bahkan dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Nabi Musa as tidak memaafkan pelaku zina karena dianggap sangat hina. Ia mengusir wanita pelaku zina yang ingin bertaubat dan  meminta petunjuk darinya. Hal ini membuktikan bahwa zina merupakan dosa besar yang sulit diampuni.


Meski demikian besar ancaman dosa yang akan diterima oleh pelaku zina, namun ternyata ada dosa yang besarnya 1000 kali lebih besar dari dosa ini. Ancaman bagi pelaku dosa tersebut adalah hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat. Apakah dosa yang 1000 kali lebih besar dibanding zina? Berikut ulasannya.

Ternyata dosa yang sedemikian besar tersebut adalah dosa orang yang sengaja meninggalkan salat lima waktu. Salat merupakan kewajiban utama umat Islam yang menjadi pondasi dasar agama Allah ini. Meninggalkannya sama dengan meruntuhkan tiang agama dan membuat Allah SWT menjadi murka. Tidak hanya saat di dunia, hukuman bagi orang yang meninggalkan salat, di akhirat juga sangat pedih.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)

“Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (Riwayat Tabrani).

Dalam riwayat yang lain juga dijelaskan bagaiamana kejamnya siksaan bagi mereka yang meninggalkan shalat. Ibnu Abbas r.a. berkata Jika langit sudah terbuka, maka malaikat akan datang dengan membawa rantai sepanjang 7 hasta. Rantai ini akan digantungkan kepada orang yang tidak melaksanakan shalat. Kemudian dimasukkan dalam mulutnya dan akan keluar dari duburnya. Kemudian malaikat mengumumkan, “ini adalah balasan orang yang menyepelekan perintah Allah.” (Ibnu Abbas r.a).

Nisbah dosa yang diterima oleh orang yang meninggalkan shalat adalah antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Jika satu kali meninggalkan shalat subuh, maka hukumannya adalah masuk neraka selama 30 tahun, sedangkan satu hari di neraka sama dengan  60.000 tahun di dunia. Artinya satu kali tidak melaksanakan salat subuh, maka kita akan mendekam 60 ribu tahun di neraka.
  2. Meninggalkan satu kali salat zuhur, sama dosanya dengan dosa membunuh  1.000 umat Islam
  3. Dosa satu kali meninggalkan shalat ashar sama dengan dosa meruntuhkan Ka’bah
  4. Dosa satu kali meninggalkan shalat maghrib sama dengan dosa berzina dengan ibunya (jika laki-laki) atau berzina dengan ayahnya (jika perempuan)
  5. Satu kali meninggalkan shalat isya, tidak akan di-ridhoi oleh Allah untuk tinggal di Bumi dan akan didesak mencari bumi atau tempat hidup yang lain.
Semoga kita menjadi orang-orang yang senantiasa mendirikan salat, melaksanakannya tepat waktu, serta mampu mengajak keluarga lainnya untuk salat tepat waktu. Semoga saja tulisan ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca.

Sumber : http://www.infoyunik.com/2015/10/inilah-dosa-yang-1000-kali-lebih-besar.html#

Inilah Dosa yang 1000 Kali Lebih Besar dari Berzina

Perilaku zina merupakan salah satu perbuatan dosa besar yang sangat dibenci Allah. Begitu banyak ayat dalam Alquran menjelaskan tentang hukuman yang akan diterima para pelakunya  baik saat di dunia maupun ketika di akhirat.

Jika dilakukan oleh orang yang belum menikah, maka pelaku zina harus dirajam di hadapan penduduk sebanyak seratus kali. Sementara bagi yang sudah menikah namun melakukan zina dengan yang bukan muhrimnya, maka hukumannya dirajam sampai mati.

Bahkan dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Nabi Musa as tidak memaafkan pelaku zina karena dianggap sangat hina. Ia mengusir wanita pelaku zina yang ingin bertaubat dan  meminta petunjuk darinya. Hal ini membuktikan bahwa zina merupakan dosa besar yang sulit diampuni.


Meski demikian besar ancaman dosa yang akan diterima oleh pelaku zina, namun ternyata ada dosa yang besarnya 1000 kali lebih besar dari dosa ini. Ancaman bagi pelaku dosa tersebut adalah hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat. Apakah dosa yang 1000 kali lebih besar dibanding zina? Berikut ulasannya.

Ternyata dosa yang sedemikian besar tersebut adalah dosa orang yang sengaja meninggalkan salat lima waktu. Salat merupakan kewajiban utama umat Islam yang menjadi pondasi dasar agama Allah ini. Meninggalkannya sama dengan meruntuhkan tiang agama dan membuat Allah SWT menjadi murka. Tidak hanya saat di dunia, hukuman bagi orang yang meninggalkan salat, di akhirat juga sangat pedih.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)

“Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (Riwayat Tabrani).

Dalam riwayat yang lain juga dijelaskan bagaiamana kejamnya siksaan bagi mereka yang meninggalkan shalat. Ibnu Abbas r.a. berkata Jika langit sudah terbuka, maka malaikat akan datang dengan membawa rantai sepanjang 7 hasta. Rantai ini akan digantungkan kepada orang yang tidak melaksanakan shalat. Kemudian dimasukkan dalam mulutnya dan akan keluar dari duburnya. Kemudian malaikat mengumumkan, “ini adalah balasan orang yang menyepelekan perintah Allah.” (Ibnu Abbas r.a).

Nisbah dosa yang diterima oleh orang yang meninggalkan shalat adalah antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Jika satu kali meninggalkan shalat subuh, maka hukumannya adalah masuk neraka selama 30 tahun, sedangkan satu hari di neraka sama dengan  60.000 tahun di dunia. Artinya satu kali tidak melaksanakan salat subuh, maka kita akan mendekam 60 ribu tahun di neraka.
  2. Meninggalkan satu kali salat zuhur, sama dosanya dengan dosa membunuh  1.000 umat Islam
  3. Dosa satu kali meninggalkan shalat ashar sama dengan dosa meruntuhkan Ka’bah
  4. Dosa satu kali meninggalkan shalat maghrib sama dengan dosa berzina dengan ibunya (jika laki-laki) atau berzina dengan ayahnya (jika perempuan)
  5. Satu kali meninggalkan shalat isya, tidak akan di-ridhoi oleh Allah untuk tinggal di Bumi dan akan didesak mencari bumi atau tempat hidup yang lain.
Semoga kita menjadi orang-orang yang senantiasa mendirikan salat, melaksanakannya tepat waktu, serta mampu mengajak keluarga lainnya untuk salat tepat waktu. Semoga saja tulisan ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca.

Sumber : http://www.infoyunik.com/2015/10/inilah-dosa-yang-1000-kali-lebih-besar.html#

Minggu, 31 Juli 2016

Walau Asli Enam Agama Ini Tidak Diakui Pemerintah Indonesia

Walau muncul yang pertama dan asli lahir ditanah Indonesia enam agama ini tidak diakui oleh pemerintah Indonesia
Dalam kamus besar bahasa Indonesia agama di definisikan sebagai suatu sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan dan Manusia dengan lingkungan.
Setiap daerah dan kebudayaan tentu memiliki keyakinan atau agama yang di percaya dan sudah di anut sejak dulu kala. Namun dalam konteks nasional yang berhubungan dengan negara hanya beberapa saja yang diakui dan dimasukkan sebagai ciri suatu negara. Salah satunya di Indonesia, di negara tercinta ini hanya ada 6 agama yang diakui pemerintah yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konguchu.
Padahal jika melihat dalam sejarahnya, masih banyak lagi agama di Indonesia yang sudah ada bahkan keberadaannya lebih awal dan sudah ada sebelum 6 agama yang diakui pemerintah masuk ke Indonesia. Dengan beberapa alasan selain 6 agama yang diakui pemerintah, agama lain yang ada di Indonesia di masukkan oleh pemerintah dalam golongan aliran kepercayaan atau animisme.
Agama asli di tanah Indonesia seperti Sunda Wiwitan, Kewajen, hingga Marapu tidak masuk dalam golongan agama yang diakui. Padahal agama tersebut sudah ada sejak dulu kala. Meski begitu, walau tidak masuk dalam list yang diakui, agama-agama tersebut sampai saat ini masih bertahan dan masih di yakini oleh beberapa golongan.
Berikut anakregular informasikan enam agama asli Indonesia yang tidak diakui oleh pemerintah. Silahkan disimak ;
Agama Sunda Wiwitan
Walau Asli Enam Agama Ini Tidak Diakui Pemerintah Indonesia
AnakRegular - Dalam sejarahnya Sunda Wiwitan merupakan salah satu agama paling tua dan pertama ada yang telah di anut oleh sekelompok masyarakat Sunda di Indonesia. Dalam catatan sejarah agama ini sudah ada sebalum Hindu dan Budha masuk ke nusantara. Namun karena keberadaannya yang sedikit saat ini Agama ini tidak diakui secara nasional.
Adapun kelompok masyarakat yang masih mengamalkan dan masih memegang teguh keyakinan para leluhurnya ini berada di kawasan keneke, Banten, Kampung Naga, Cirebon, dan Cigugur Kuningan. Dalam prakteknya agama Sunda Wiwitan menyembah roh nenek moyang sebagai entisitas yang di tinggikan.
Selain memuja nenek moyang, agama ini juga memiliki satu tuhan yang kerap di sebut oleh penganutnya Sang Hyang Kersa. Tuhan dalam ajaran agama ini tetaplah satu sama seperti ajaran umat islam di dunia. 
Agama Kewajen Keyakinan Orang Jawa Kuno
Walau Asli Enam Agama Ini Tidak Diakui Pemerintah Indonesia
AnakRegular - Agama lain yang tak di akui oleh pemerintah Indonesia di tanah nusantara adalah agama kewajen. Agama ini dalam sejarahnya di tuliskan sebagai agama yang sejak dahulu sudah di anut oleh masyarakat jawa. Sama seperti agama kebanyakan para penganutnya selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangannya. Meski begitu bagi kaum yang meyakini kepercayaan ini menyebut kewajen bukanlah sebuah agama, meski dalam prakteknya memiliki banyak unsur yang menyerupai sebuah agama.
Dalam kepercayaan kewajen ada sebuah misi yang diajarkan kepada semua umatnya. Semua umat Kewajen harus melaksanakan empat hal wajib saat hidup. Yakni seorang manusia Jawa harus bisa menjadi rahmat bagi dirinya sendiri, lalu harus menjadi rahmat bagi keluarganya. Dan dua yang terakhir dalam ajaran agama Kewajen adalah menjadikan semua umat manusia sebagai rahmat bagi sesama dan alam semesta.
Agama Marapu Yang Asli di Pulau Sumba


Walau Asli Enam Agama Ini Tidak Diakui Pemerintah Indonesia
AnakRegular - Dituliskan dalam sejarah jika agama Marapu merupakan agama asli pribumi bagi masyarakat di pulau Sumba. Konon agama ini sudah ada sejak dahulu kala, para umatnya di gama Marapu selalu melakukan ritual dan kewajiban pemujaan kepada nenek moyang yang telah pergi dari dunia.
Umat Marapu, percaya jika setelah kematian datang, mereka akan pergi ke suatu tempat yang sangat indah bernama Prai marapu. Tempat yang konon dikatakan sangat indah dan bisa disamakan sebagai surga yang di percayai oleh beberapa agama seperti Islam dan Kristen.
Dalam prakteknya, kompleksitas agama Marapu yang sudah ada sejak lama ini sangatlah beragam, hal ini bisa di lihat dari banyaknya upacara keagamaan yang dilakukan oleh penganutnya. Mulai dari upacara yang berkaitan dengan daur hidup seperti kematian, kelahiran, dan pernikahan akan diwujudkan menjadi pesta besar. Selain masalah tradisi, orang dengan agama ini juga mengenal beberapa makhluk gaib, kekuatan gaib, dan mengeramatkan beberapa benda.
Agama Buhun, Agama Sunda Lainnya Yang dilupakan
Walau Asli Enam Agama Ini Tidak Diakui Pemerintah Indonesia
AnakRegular - Dalam catatan sejarah agama Buhun dikatakan sebagai agama asli Sunda yang sudah ada sejak dahulu kala. Agama ini sering di sebut dengan jati sunda dan belum bercampur dengan ajaran agama utama. Agama Buhun, bisa dikatakan sebagai agama yang masih murni karena belum ada campur campur dari agama lainnya dan masih di turunkan dari satu generasi ke generasi lainnya.
Buhun memiliki arti memuja nenek moyang. Mengagungkan apa yang telah dilakukan oleh leluhur di masa lalu. Zaman sekarang, orang yang menganut Buhun masih ada meski jumlahnya sangat sedikit di kawasan Bekasi, Jawa Barat.
Agama Kaharingan Pertama di Suku Dayak Kalimantan
Walau Asli Enam Agama Ini Tidak Diakui Pemerintah Indonesia
AnakRegular - Dalam catatan sejarah Kaharingan merupakan salah satu agama asli Indonesia yang berasal dari Kalimantan. Agama ini banyak di anut oleh suku dayak, sebelum agama besar yang diakui pemerintah masuk ke daerah kalimantan. Dalam kepercayaan kaharingan, adanya suatu kepercayaan terhadap adanya entitas yang sering disebut dengan ranying. Entitas itu bisa disamakan dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Seiring berjalannya waktu, agama kaharingan di masukkan ke dalam ajaran agama Hindu pada tahun 1980. Kemiripan tradisi dan lelakunya dirasa mirip oleh pemerintah. Meski masuk dalam cakupan agama Hindu, Kaharingan masih memiliki tradisi asli yang tak bisa disamakan dengan agama lainnya. Misal mereka punya tempat ibadah yang dinamai dengan Balai Basarah.
Agama Ugamo Malim Asli Suku Batak Sumatra
Walau Asli Enam Agama Ini Tidak Diakui Pemerintah Indonesia
AnakRegular - Terakhir agama asli Indonesia yang tidak di akui pemerintah adalah Ugamo Malim. Agama ini dalam catatan sejarah merupakan agama asli dari suku batak di kawasan danau Toba. Jaun sebelum agama besar seperti Kristen dan Islam masuk masyarakat batak memeluk agama ini. 
Dalam prakteknya agama Ugamo Malim memiliki kesamaan dengan agama kuno Yahudi yang terletak jauh di seberang Samudrea. Adapun untuk saat ini, agama yang sudah mulai dilupakan ini masih di percaya dan diyakini oleh 35 generasi suku batak. Yang berarti agama ini telah ada sejak 800 tahun yang lalu.
Dalam Ugamo Malim dikenal Tuhan YME dengan julukan Debata Mula Jadi Na Bolon. Tuhan dalam kepercayaan Ugamo Malim menciptakan alam semesta, bumi, manusia dan segala hal yang ada di sekitarnya. Saat ini pemeluk Ugamo Malim hanya bersisa 10.000 saja di kawasan Sumatra.