Secara moral menjadi seorang aktivis merupakan kebanggaan tersendiri karena terbiasa membela kaum yang tertindas. Mereka menjadi pelopor dan penggerak suatu perubahan diberbagai bidang, seperti lingkungan, HAM, sosial dan masih banyak lagi.
Aktivitasnya dalam memperjuangkan kepentingan kelompok tertindas tak ayal membuat nyawa mereka sendiri terancam. Tidak jarang para aktivis harus bertarung dengan maut untuk bisa membuat sebuah perubahan.
Di Indonesia sendiri, sudah banyak aktivis yang meninggal dan hilang karena upayanya mempertahankan sesuatu yang dianggap benar. Setelah kasus meninggalnya aktivis HAM, Munir, pada September 2004 lalu, Indonesia kembali kehilangan salah satu aktivis terbaiknya.
Salim Kancil, aktivis yang menolak keras adanya penambangan pasir liar di Lumajang, Jawa Timur ditemukan tewas usai dikeroyok gerombolan orang. Kelompok ini diduga merupakan pihak yang pro terhadap penambangan liar di sana. Selain Munir dan Kancil, masih ada beberapa aktivis lain yang hidupnya berakhir tragis. Siapa saja mereka?
1. Wiji Tukul
Wiji Tukul merupakan sastrawan dan aktivis hak asasi manusia yang ikut melawan penindasan rezim Orde Baru. Ia hilang bersama sejumlah aktivis lainnya Setelah Peristiwa 27 Juli 1996 hingga 1998. Sejak tahun 2000, Thukul termasuk dalam daftar orang hilang. Sejak 1998 hingga saat ini, tidak diketahui bagaimana keadaan penyair tanpa rasa takut ini.
Wiji Thukul hidup dalam kemiskinan. Namun hal ini tidak membelenggu hasratnya untuk melakukan perlawanan terhadap penguasa. Ia terlihat sangat berapi-api untuk mendapatkan keadilan. Semua kekerasan yang dialamatkan padanya, tidak lantas membuat Thukul menyerah. Dia terus melakukan perlawanan. Aksi protes, puisi kritik, dan karya-karya berani terus dia keluarkan. Hingga akhirnya, pada 27 Juli 1998, dia hilang dan tidak ditemukan sampai sekarang.
2. Munir, Meninggal Karena Diracun
Pria bernama lengkap Munir Said Thalib ini merupakan aktivis Hak Asasi Manusia yang meninggal dunia setelah diracun. Ia meninggal di Jakarta di dalam pesawat jurusan ke Amsterdam, 7 September 2004 lalu.
Berawal dari melambungnya nama Munir sebagai salah satu pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik oleh Tim Mawar dari Kopassus setelah masa tergulingnya Soeharto dari pemerintahan, Munir ternyata menjadi target pembunuhan selanjutnya. Banyak asumsi menyebutkan, dari Munir, kebenaran tentang kasus penculikan yang ada pada masa itu akan terkuak. Jauh sebelum namanya melambung, sejak tahun 1998, pria kelahiran Malang, 8 Desember 1965 ini telah banyak berkontribusi dalam memperjuangkan hak asasi manusia.
Ia bahkan dikenal berani dalam bertindak. Beberapa kasus pelanggaran HAM yang berhasil ditangani Munir salah satunya adalah kasus hilangnya 24 aktivis dan mahasiswa di Jakarta (1997-1998), pembunuhan besar-besaran terhadap masyarakat sipil di Tanjung Priok (1984 hingga 1998), dan penembakan mahasiswa di Semanggi, Tragedi I dan II (1998-1999). Terlebih dari itu, masih banyak kasus yang sedikit demi sedikit membuat namanya semakin banyak dikenal masyarakat.
3. Jopi Peranginangin, Meninggal karena Ditusuk
Pria yang bernama lengkap Jopi Teguh Laksana Peranginangin ini merupakan aktivis Sosial dan lingkungan dari Partai Rakyat Demokratik. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada Mei 2015 lalu setelah ditusuk oleh orang yang tidak dikenal. Jopi dikeroyok pria berbadan tegap dan cepak, lalu salah satu dari mereka menusukkan bayonet hingga tewas.
Ia merupakan penggiat reformasi 1998 yang kritis dalam menyuarakan soal konflik-konflik masyarakat adat maupun petani yang hak-hak terampas industri ekstraktif, seperti sawit, tambang dan lain-lain. Dia juga aktif menyuarakan berbagai permasalahan di negeri ini di media sosial seperti Facebook dan Twitter. Kini, polisi masih mengusut kasus penusukan Jopi dan memeriksa beberapa saksi juga menganalisa rekaman CCTV.
4. Salim Kancil, Dibunuh Karena Menolak Tambang Ilegal
Salim Kancil ditemukan tewas pada 26 September 2015 karena dikeroyok segerombolan orang. Ia merupakan aktvis lingkungan yang menolak pembangunan tambang di Kecamatan Pasiran, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Ironisnya Ia dihabisi nyawanya di hadapan warga yang tidak kuasa menolongnya. Salim dijemput paksa saat tengah menggedong cucu di kediamannya. Para preman ini mengikat salim dan menyeretnya menuju balai desa. Selain diseret, Salim juga dihajar dengan pukulan dan senjata selama perjalanan. Gerombolan ini terus melakukan adegan brutal kepada Salim. Di dalam balai desa, Salim disetrum dengan alat listrik yang sudah disiapkan kelompok tersebut.
Meski berada di dalam ruangan balai desa, tak satu pun perangkat desa yang keluar menghentikan aksi 'gila' tersebut. Salim Kancil pun tewas dalam aksi tak berperikemanusiaan itu. Salim tewas dalam kondisi telungkup di antara batu dan kayu berserakan di dalam ruangan balai desa.
Peristiwa ini bermula saat Salim dan rekannya sesama aktivis Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Desa, menolak adanya penambangan pasir liar di desanya. Akibatnya, keduanya dikeroyok 40 orang pro-penambangan yang diduga kuat dibekingi perusahaan besar.
Masih banyak aktivis-aktivis di luar sana yang nyawanya kini terancam karena berusaha membela kebenaran.
Sumber : http://www.infoyunik.com/2015/09/empat-aktivis-yang-hidupnya-berakhir.html
Senin, 01 Agustus 2016
Empat Aktivis yang Hidupnya Berakhir Tragis
Secara moral menjadi seorang aktivis merupakan kebanggaan tersendiri
karena terbiasa membela kaum yang tertindas. Mereka menjadi pelopor dan
penggerak suatu perubahan diberbagai bidang, seperti lingkungan, HAM,
sosial dan masih banyak lagi.
Aktivitasnya dalam memperjuangkan kepentingan kelompok tertindas tak ayal membuat nyawa mereka sendiri terancam. Tidak jarang para aktivis harus bertarung dengan maut untuk bisa membuat sebuah perubahan.
Di Indonesia sendiri, sudah banyak aktivis yang meninggal dan hilang karena upayanya mempertahankan sesuatu yang dianggap benar. Setelah kasus meninggalnya aktivis HAM, Munir, pada September 2004 lalu, Indonesia kembali kehilangan salah satu aktivis terbaiknya.
Salim Kancil, aktivis yang menolak keras adanya penambangan pasir liar di Lumajang, Jawa Timur ditemukan tewas usai dikeroyok gerombolan orang. Kelompok ini diduga merupakan pihak yang pro terhadap penambangan liar di sana. Selain Munir dan Kancil, masih ada beberapa aktivis lain yang hidupnya berakhir tragis. Siapa saja mereka?
1. Wiji Tukul
Wiji Tukul merupakan sastrawan dan aktivis hak asasi manusia yang ikut melawan penindasan rezim Orde Baru. Ia hilang bersama sejumlah aktivis lainnya Setelah Peristiwa 27 Juli 1996 hingga 1998. Sejak tahun 2000, Thukul termasuk dalam daftar orang hilang. Sejak 1998 hingga saat ini, tidak diketahui bagaimana keadaan penyair tanpa rasa takut ini.
Wiji Thukul hidup dalam kemiskinan. Namun hal ini tidak membelenggu hasratnya untuk melakukan perlawanan terhadap penguasa. Ia terlihat sangat berapi-api untuk mendapatkan keadilan. Semua kekerasan yang dialamatkan padanya, tidak lantas membuat Thukul menyerah. Dia terus melakukan perlawanan. Aksi protes, puisi kritik, dan karya-karya berani terus dia keluarkan. Hingga akhirnya, pada 27 Juli 1998, dia hilang dan tidak ditemukan sampai sekarang.
2. Munir, Meninggal Karena Diracun
Pria bernama lengkap Munir Said Thalib ini merupakan aktivis Hak Asasi Manusia yang meninggal dunia setelah diracun. Ia meninggal di Jakarta di dalam pesawat jurusan ke Amsterdam, 7 September 2004 lalu.
Berawal dari melambungnya nama Munir sebagai salah satu pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik oleh Tim Mawar dari Kopassus setelah masa tergulingnya Soeharto dari pemerintahan, Munir ternyata menjadi target pembunuhan selanjutnya. Banyak asumsi menyebutkan, dari Munir, kebenaran tentang kasus penculikan yang ada pada masa itu akan terkuak. Jauh sebelum namanya melambung, sejak tahun 1998, pria kelahiran Malang, 8 Desember 1965 ini telah banyak berkontribusi dalam memperjuangkan hak asasi manusia.
Ia bahkan dikenal berani dalam bertindak. Beberapa kasus pelanggaran HAM yang berhasil ditangani Munir salah satunya adalah kasus hilangnya 24 aktivis dan mahasiswa di Jakarta (1997-1998), pembunuhan besar-besaran terhadap masyarakat sipil di Tanjung Priok (1984 hingga 1998), dan penembakan mahasiswa di Semanggi, Tragedi I dan II (1998-1999). Terlebih dari itu, masih banyak kasus yang sedikit demi sedikit membuat namanya semakin banyak dikenal masyarakat.
3. Jopi Peranginangin, Meninggal karena Ditusuk
Pria yang bernama lengkap Jopi Teguh Laksana Peranginangin ini merupakan aktivis Sosial dan lingkungan dari Partai Rakyat Demokratik. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada Mei 2015 lalu setelah ditusuk oleh orang yang tidak dikenal. Jopi dikeroyok pria berbadan tegap dan cepak, lalu salah satu dari mereka menusukkan bayonet hingga tewas.
Ia merupakan penggiat reformasi 1998 yang kritis dalam menyuarakan soal konflik-konflik masyarakat adat maupun petani yang hak-hak terampas industri ekstraktif, seperti sawit, tambang dan lain-lain. Dia juga aktif menyuarakan berbagai permasalahan di negeri ini di media sosial seperti Facebook dan Twitter. Kini, polisi masih mengusut kasus penusukan Jopi dan memeriksa beberapa saksi juga menganalisa rekaman CCTV.
4. Salim Kancil, Dibunuh Karena Menolak Tambang Ilegal
Salim Kancil ditemukan tewas pada 26 September 2015 karena dikeroyok segerombolan orang. Ia merupakan aktvis lingkungan yang menolak pembangunan tambang di Kecamatan Pasiran, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Ironisnya Ia dihabisi nyawanya di hadapan warga yang tidak kuasa menolongnya. Salim dijemput paksa saat tengah menggedong cucu di kediamannya. Para preman ini mengikat salim dan menyeretnya menuju balai desa. Selain diseret, Salim juga dihajar dengan pukulan dan senjata selama perjalanan. Gerombolan ini terus melakukan adegan brutal kepada Salim. Di dalam balai desa, Salim disetrum dengan alat listrik yang sudah disiapkan kelompok tersebut.
Meski berada di dalam ruangan balai desa, tak satu pun perangkat desa yang keluar menghentikan aksi 'gila' tersebut. Salim Kancil pun tewas dalam aksi tak berperikemanusiaan itu. Salim tewas dalam kondisi telungkup di antara batu dan kayu berserakan di dalam ruangan balai desa.
Peristiwa ini bermula saat Salim dan rekannya sesama aktivis Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Desa, menolak adanya penambangan pasir liar di desanya. Akibatnya, keduanya dikeroyok 40 orang pro-penambangan yang diduga kuat dibekingi perusahaan besar.
Masih banyak aktivis-aktivis di luar sana yang nyawanya kini terancam karena berusaha membela kebenaran.
Sumber : http://www.infoyunik.com/2015/09/empat-aktivis-yang-hidupnya-berakhir.html
Aktivitasnya dalam memperjuangkan kepentingan kelompok tertindas tak ayal membuat nyawa mereka sendiri terancam. Tidak jarang para aktivis harus bertarung dengan maut untuk bisa membuat sebuah perubahan.
Di Indonesia sendiri, sudah banyak aktivis yang meninggal dan hilang karena upayanya mempertahankan sesuatu yang dianggap benar. Setelah kasus meninggalnya aktivis HAM, Munir, pada September 2004 lalu, Indonesia kembali kehilangan salah satu aktivis terbaiknya.
Salim Kancil, aktivis yang menolak keras adanya penambangan pasir liar di Lumajang, Jawa Timur ditemukan tewas usai dikeroyok gerombolan orang. Kelompok ini diduga merupakan pihak yang pro terhadap penambangan liar di sana. Selain Munir dan Kancil, masih ada beberapa aktivis lain yang hidupnya berakhir tragis. Siapa saja mereka?
1. Wiji Tukul
Wiji Tukul merupakan sastrawan dan aktivis hak asasi manusia yang ikut melawan penindasan rezim Orde Baru. Ia hilang bersama sejumlah aktivis lainnya Setelah Peristiwa 27 Juli 1996 hingga 1998. Sejak tahun 2000, Thukul termasuk dalam daftar orang hilang. Sejak 1998 hingga saat ini, tidak diketahui bagaimana keadaan penyair tanpa rasa takut ini.
Wiji Thukul hidup dalam kemiskinan. Namun hal ini tidak membelenggu hasratnya untuk melakukan perlawanan terhadap penguasa. Ia terlihat sangat berapi-api untuk mendapatkan keadilan. Semua kekerasan yang dialamatkan padanya, tidak lantas membuat Thukul menyerah. Dia terus melakukan perlawanan. Aksi protes, puisi kritik, dan karya-karya berani terus dia keluarkan. Hingga akhirnya, pada 27 Juli 1998, dia hilang dan tidak ditemukan sampai sekarang.
2. Munir, Meninggal Karena Diracun
Pria bernama lengkap Munir Said Thalib ini merupakan aktivis Hak Asasi Manusia yang meninggal dunia setelah diracun. Ia meninggal di Jakarta di dalam pesawat jurusan ke Amsterdam, 7 September 2004 lalu.
Berawal dari melambungnya nama Munir sebagai salah satu pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik oleh Tim Mawar dari Kopassus setelah masa tergulingnya Soeharto dari pemerintahan, Munir ternyata menjadi target pembunuhan selanjutnya. Banyak asumsi menyebutkan, dari Munir, kebenaran tentang kasus penculikan yang ada pada masa itu akan terkuak. Jauh sebelum namanya melambung, sejak tahun 1998, pria kelahiran Malang, 8 Desember 1965 ini telah banyak berkontribusi dalam memperjuangkan hak asasi manusia.
Ia bahkan dikenal berani dalam bertindak. Beberapa kasus pelanggaran HAM yang berhasil ditangani Munir salah satunya adalah kasus hilangnya 24 aktivis dan mahasiswa di Jakarta (1997-1998), pembunuhan besar-besaran terhadap masyarakat sipil di Tanjung Priok (1984 hingga 1998), dan penembakan mahasiswa di Semanggi, Tragedi I dan II (1998-1999). Terlebih dari itu, masih banyak kasus yang sedikit demi sedikit membuat namanya semakin banyak dikenal masyarakat.
3. Jopi Peranginangin, Meninggal karena Ditusuk
Pria yang bernama lengkap Jopi Teguh Laksana Peranginangin ini merupakan aktivis Sosial dan lingkungan dari Partai Rakyat Demokratik. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada Mei 2015 lalu setelah ditusuk oleh orang yang tidak dikenal. Jopi dikeroyok pria berbadan tegap dan cepak, lalu salah satu dari mereka menusukkan bayonet hingga tewas.
Ia merupakan penggiat reformasi 1998 yang kritis dalam menyuarakan soal konflik-konflik masyarakat adat maupun petani yang hak-hak terampas industri ekstraktif, seperti sawit, tambang dan lain-lain. Dia juga aktif menyuarakan berbagai permasalahan di negeri ini di media sosial seperti Facebook dan Twitter. Kini, polisi masih mengusut kasus penusukan Jopi dan memeriksa beberapa saksi juga menganalisa rekaman CCTV.
4. Salim Kancil, Dibunuh Karena Menolak Tambang Ilegal
Salim Kancil ditemukan tewas pada 26 September 2015 karena dikeroyok segerombolan orang. Ia merupakan aktvis lingkungan yang menolak pembangunan tambang di Kecamatan Pasiran, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Ironisnya Ia dihabisi nyawanya di hadapan warga yang tidak kuasa menolongnya. Salim dijemput paksa saat tengah menggedong cucu di kediamannya. Para preman ini mengikat salim dan menyeretnya menuju balai desa. Selain diseret, Salim juga dihajar dengan pukulan dan senjata selama perjalanan. Gerombolan ini terus melakukan adegan brutal kepada Salim. Di dalam balai desa, Salim disetrum dengan alat listrik yang sudah disiapkan kelompok tersebut.
Meski berada di dalam ruangan balai desa, tak satu pun perangkat desa yang keluar menghentikan aksi 'gila' tersebut. Salim Kancil pun tewas dalam aksi tak berperikemanusiaan itu. Salim tewas dalam kondisi telungkup di antara batu dan kayu berserakan di dalam ruangan balai desa.
Peristiwa ini bermula saat Salim dan rekannya sesama aktivis Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Desa, menolak adanya penambangan pasir liar di desanya. Akibatnya, keduanya dikeroyok 40 orang pro-penambangan yang diduga kuat dibekingi perusahaan besar.
Masih banyak aktivis-aktivis di luar sana yang nyawanya kini terancam karena berusaha membela kebenaran.
Sumber : http://www.infoyunik.com/2015/09/empat-aktivis-yang-hidupnya-berakhir.html
Inilah Dosa yang 1000 Kali Lebih Besar dari Berzina
Perilaku zina merupakan salah satu perbuatan dosa besar yang sangat dibenci Allah. Begitu banyak ayat dalam Alquran menjelaskan tentang hukuman yang akan diterima para pelakunya baik saat di dunia maupun ketika di akhirat.
Jika dilakukan oleh orang yang belum menikah, maka pelaku zina harus dirajam di hadapan penduduk sebanyak seratus kali. Sementara bagi yang sudah menikah namun melakukan zina dengan yang bukan muhrimnya, maka hukumannya dirajam sampai mati.
Bahkan dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Nabi Musa as tidak memaafkan pelaku zina karena dianggap sangat hina. Ia mengusir wanita pelaku zina yang ingin bertaubat dan meminta petunjuk darinya. Hal ini membuktikan bahwa zina merupakan dosa besar yang sulit diampuni.
Meski demikian besar ancaman dosa yang akan diterima oleh pelaku zina, namun ternyata ada dosa yang besarnya 1000 kali lebih besar dari dosa ini. Ancaman bagi pelaku dosa tersebut adalah hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat. Apakah dosa yang 1000 kali lebih besar dibanding zina? Berikut ulasannya.
Ternyata dosa yang sedemikian besar tersebut adalah dosa orang yang sengaja meninggalkan salat lima waktu. Salat merupakan kewajiban utama umat Islam yang menjadi pondasi dasar agama Allah ini. Meninggalkannya sama dengan meruntuhkan tiang agama dan membuat Allah SWT menjadi murka. Tidak hanya saat di dunia, hukuman bagi orang yang meninggalkan salat, di akhirat juga sangat pedih.
Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)
“Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (Riwayat Tabrani).
Dalam riwayat yang lain juga dijelaskan bagaiamana kejamnya siksaan bagi mereka yang meninggalkan shalat. Ibnu Abbas r.a. berkata Jika langit sudah terbuka, maka malaikat akan datang dengan membawa rantai sepanjang 7 hasta. Rantai ini akan digantungkan kepada orang yang tidak melaksanakan shalat. Kemudian dimasukkan dalam mulutnya dan akan keluar dari duburnya. Kemudian malaikat mengumumkan, “ini adalah balasan orang yang menyepelekan perintah Allah.” (Ibnu Abbas r.a).
Nisbah dosa yang diterima oleh orang yang meninggalkan shalat adalah antara lain adalah sebagai berikut:
Sumber : http://www.infoyunik.com/2015/10/inilah-dosa-yang-1000-kali-lebih-besar.html#
Jika dilakukan oleh orang yang belum menikah, maka pelaku zina harus dirajam di hadapan penduduk sebanyak seratus kali. Sementara bagi yang sudah menikah namun melakukan zina dengan yang bukan muhrimnya, maka hukumannya dirajam sampai mati.
Bahkan dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Nabi Musa as tidak memaafkan pelaku zina karena dianggap sangat hina. Ia mengusir wanita pelaku zina yang ingin bertaubat dan meminta petunjuk darinya. Hal ini membuktikan bahwa zina merupakan dosa besar yang sulit diampuni.
Meski demikian besar ancaman dosa yang akan diterima oleh pelaku zina, namun ternyata ada dosa yang besarnya 1000 kali lebih besar dari dosa ini. Ancaman bagi pelaku dosa tersebut adalah hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat. Apakah dosa yang 1000 kali lebih besar dibanding zina? Berikut ulasannya.
Ternyata dosa yang sedemikian besar tersebut adalah dosa orang yang sengaja meninggalkan salat lima waktu. Salat merupakan kewajiban utama umat Islam yang menjadi pondasi dasar agama Allah ini. Meninggalkannya sama dengan meruntuhkan tiang agama dan membuat Allah SWT menjadi murka. Tidak hanya saat di dunia, hukuman bagi orang yang meninggalkan salat, di akhirat juga sangat pedih.
Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)
“Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (Riwayat Tabrani).
Dalam riwayat yang lain juga dijelaskan bagaiamana kejamnya siksaan bagi mereka yang meninggalkan shalat. Ibnu Abbas r.a. berkata Jika langit sudah terbuka, maka malaikat akan datang dengan membawa rantai sepanjang 7 hasta. Rantai ini akan digantungkan kepada orang yang tidak melaksanakan shalat. Kemudian dimasukkan dalam mulutnya dan akan keluar dari duburnya. Kemudian malaikat mengumumkan, “ini adalah balasan orang yang menyepelekan perintah Allah.” (Ibnu Abbas r.a).
Nisbah dosa yang diterima oleh orang yang meninggalkan shalat adalah antara lain adalah sebagai berikut:
- Jika satu kali meninggalkan shalat subuh, maka hukumannya adalah masuk neraka selama 30 tahun, sedangkan satu hari di neraka sama dengan 60.000 tahun di dunia. Artinya satu kali tidak melaksanakan salat subuh, maka kita akan mendekam 60 ribu tahun di neraka.
- Meninggalkan satu kali salat zuhur, sama dosanya dengan dosa membunuh 1.000 umat Islam
- Dosa satu kali meninggalkan shalat ashar sama dengan dosa meruntuhkan Ka’bah
- Dosa satu kali meninggalkan shalat maghrib sama dengan dosa berzina dengan ibunya (jika laki-laki) atau berzina dengan ayahnya (jika perempuan)
- Satu kali meninggalkan shalat isya, tidak akan di-ridhoi oleh Allah untuk tinggal di Bumi dan akan didesak mencari bumi atau tempat hidup yang lain.
Sumber : http://www.infoyunik.com/2015/10/inilah-dosa-yang-1000-kali-lebih-besar.html#
Inilah Dosa yang 1000 Kali Lebih Besar dari Berzina
Perilaku zina merupakan salah satu perbuatan dosa besar yang sangat
dibenci Allah. Begitu banyak ayat dalam Alquran menjelaskan tentang
hukuman yang akan diterima para pelakunya baik saat di dunia maupun
ketika di akhirat.
Jika dilakukan oleh orang yang belum menikah, maka pelaku zina harus dirajam di hadapan penduduk sebanyak seratus kali. Sementara bagi yang sudah menikah namun melakukan zina dengan yang bukan muhrimnya, maka hukumannya dirajam sampai mati.
Bahkan dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Nabi Musa as tidak memaafkan pelaku zina karena dianggap sangat hina. Ia mengusir wanita pelaku zina yang ingin bertaubat dan meminta petunjuk darinya. Hal ini membuktikan bahwa zina merupakan dosa besar yang sulit diampuni.
Meski demikian besar ancaman dosa yang akan diterima oleh pelaku zina, namun ternyata ada dosa yang besarnya 1000 kali lebih besar dari dosa ini. Ancaman bagi pelaku dosa tersebut adalah hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat. Apakah dosa yang 1000 kali lebih besar dibanding zina? Berikut ulasannya.
Ternyata dosa yang sedemikian besar tersebut adalah dosa orang yang sengaja meninggalkan salat lima waktu. Salat merupakan kewajiban utama umat Islam yang menjadi pondasi dasar agama Allah ini. Meninggalkannya sama dengan meruntuhkan tiang agama dan membuat Allah SWT menjadi murka. Tidak hanya saat di dunia, hukuman bagi orang yang meninggalkan salat, di akhirat juga sangat pedih.
Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)
“Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (Riwayat Tabrani).
Dalam riwayat yang lain juga dijelaskan bagaiamana kejamnya siksaan bagi mereka yang meninggalkan shalat. Ibnu Abbas r.a. berkata Jika langit sudah terbuka, maka malaikat akan datang dengan membawa rantai sepanjang 7 hasta. Rantai ini akan digantungkan kepada orang yang tidak melaksanakan shalat. Kemudian dimasukkan dalam mulutnya dan akan keluar dari duburnya. Kemudian malaikat mengumumkan, “ini adalah balasan orang yang menyepelekan perintah Allah.” (Ibnu Abbas r.a).
Nisbah dosa yang diterima oleh orang yang meninggalkan shalat adalah antara lain adalah sebagai berikut:
Sumber : http://www.infoyunik.com/2015/10/inilah-dosa-yang-1000-kali-lebih-besar.html#
Jika dilakukan oleh orang yang belum menikah, maka pelaku zina harus dirajam di hadapan penduduk sebanyak seratus kali. Sementara bagi yang sudah menikah namun melakukan zina dengan yang bukan muhrimnya, maka hukumannya dirajam sampai mati.
Bahkan dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Nabi Musa as tidak memaafkan pelaku zina karena dianggap sangat hina. Ia mengusir wanita pelaku zina yang ingin bertaubat dan meminta petunjuk darinya. Hal ini membuktikan bahwa zina merupakan dosa besar yang sulit diampuni.
Meski demikian besar ancaman dosa yang akan diterima oleh pelaku zina, namun ternyata ada dosa yang besarnya 1000 kali lebih besar dari dosa ini. Ancaman bagi pelaku dosa tersebut adalah hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat. Apakah dosa yang 1000 kali lebih besar dibanding zina? Berikut ulasannya.
Ternyata dosa yang sedemikian besar tersebut adalah dosa orang yang sengaja meninggalkan salat lima waktu. Salat merupakan kewajiban utama umat Islam yang menjadi pondasi dasar agama Allah ini. Meninggalkannya sama dengan meruntuhkan tiang agama dan membuat Allah SWT menjadi murka. Tidak hanya saat di dunia, hukuman bagi orang yang meninggalkan salat, di akhirat juga sangat pedih.
Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)
“Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (Riwayat Tabrani).
Dalam riwayat yang lain juga dijelaskan bagaiamana kejamnya siksaan bagi mereka yang meninggalkan shalat. Ibnu Abbas r.a. berkata Jika langit sudah terbuka, maka malaikat akan datang dengan membawa rantai sepanjang 7 hasta. Rantai ini akan digantungkan kepada orang yang tidak melaksanakan shalat. Kemudian dimasukkan dalam mulutnya dan akan keluar dari duburnya. Kemudian malaikat mengumumkan, “ini adalah balasan orang yang menyepelekan perintah Allah.” (Ibnu Abbas r.a).
Nisbah dosa yang diterima oleh orang yang meninggalkan shalat adalah antara lain adalah sebagai berikut:
- Jika satu kali meninggalkan shalat subuh, maka hukumannya adalah masuk neraka selama 30 tahun, sedangkan satu hari di neraka sama dengan 60.000 tahun di dunia. Artinya satu kali tidak melaksanakan salat subuh, maka kita akan mendekam 60 ribu tahun di neraka.
- Meninggalkan satu kali salat zuhur, sama dosanya dengan dosa membunuh 1.000 umat Islam
- Dosa satu kali meninggalkan shalat ashar sama dengan dosa meruntuhkan Ka’bah
- Dosa satu kali meninggalkan shalat maghrib sama dengan dosa berzina dengan ibunya (jika laki-laki) atau berzina dengan ayahnya (jika perempuan)
- Satu kali meninggalkan shalat isya, tidak akan di-ridhoi oleh Allah untuk tinggal di Bumi dan akan didesak mencari bumi atau tempat hidup yang lain.
Sumber : http://www.infoyunik.com/2015/10/inilah-dosa-yang-1000-kali-lebih-besar.html#
Menguak Rahasia Dibalik Kesaktian Bung Karno
Ir. Soekarno sang proklamator dan sekaligus presiden pertama di Indonesia ini adalah sosok pemimpin besar. Putra Sang Fajar ini sangat kharismatik, berwibawa, tegas, nasionalis, hingga revolusioner. Semangat dan jiwa Nasionalisme tidak pernah pudar saat menorehkan dan memperjuangkan Indonesia hingga menjadi negara yang berdaulat, bahkan menjadi negara yang disegani oleh bangsa lain. Meski sudah lama meninggal dunia, namun cerita tentang Soekarno selalu menarik untuk dikaji, termasuk tentang kesaktian yang dimilikinya.
Bung Karno sering mengalami percobaan pembunuhan. Semasa hidup Ia mengalami percobaan pembunuhan dari tingkat baru rencana sampai eksekusi (sebanyak) 23 kali. Namun menurut ajudan Soekarno, Sudarto Danusubroto mengatakan bahwa ada 7 kali percobaan pembunuhan terhadap Soekarno yang sangat menggentarkan.
Menanggapi hal itu bukan menjadi takut dan gentar, Bung Karno malah membuka rahasia bagaimana cara membunuhnya. Menjadi hal yang wajar kalau kemudian sebagian rakyat Indonesia menganggap Bung Karno adalah manusia dengan tingkat kesaktian tinggi. Lalu apa sebenarnya rahasia kesaktian Bung Karno tersebut?
Menurut kabar yang beredar di masyarakat, Bung Karno memiliki mustika pemberian Nyi Blorong yang melegendaris. Dalam cerita tersebut Nyi Blorong datang dan memberikan mustika merah delima jelamaan seekor naga dan mengatakan bahwa Bung Karno bukan saja akan menjadi pemimpin alam manusia, namun juga alam gaib. Tidak hanya Nyi Blorong, Bung Karno yang hobi dalam dunia supranatural ini sering bermimpin didatangi tokoh legenda dari alam lain seperti Kanjeng Sunan Kali Jaga beserta ibu Ratu Kidul Pajajaran, serta Nyi Roro Kidul.
Nah, benarkah Bung Karno juga merupakan manusia “sakti”? Dengan sejarah sedikitnya tujuh kali luput, lolos, dan terhindar dari kematian akibat ancaman fisik secara langsung, menjadi hal yang jamak kalau kemudian sebagian rakyat Indonesia menganggap Bung Karno adalah manusia dengan tingkat kesaktian tinggi.
Namun Bung Karno menampik jika lolosnya Ia dalam berbagai percobaan pembunuhan bukanlah karena bantuan dari alam lain. Ia menukas normatif, yang kurang lebih mengatakan bahwa mati-hidup adalah kehendak Tuhan. Manusia mencoba membunuh, kalau Tuhan belum berkehendak Ia mati, maka Ia belum akan mati. Namun Soekarno membeberkan bagaimana cara membunuhnya. Menurutnya rakyatlah yang membuatnya tetap hidup, sehingga untuk membunuhnya cukup menjauhkannya dari rakyatnya.
“Semua yang kucapai selama di dunia, ini adalah karena rakyatku tanpa rakyat aku tak bisa apa-apa. Jadi tidak perlu senapan, bom apalagi pesawat tempur hanya untuk membunuh seorang Bung Karno, jauhkan saja aku dari rakyatku, maka aku akan mati perlahan-lahan,”.
Benar saja, ayah dari Megawati Soekarno Putri ini selalu lolos meski dihujani geranat bahkan bom pesawat tempur. Percobaan pembunuhan pernah terjadi pada 30 November 1957. Presiden Soekarno datang ke Perguruan Cikini (Percik), tempat bersekolah putra-putrinya, dalam rangka perayaan ulang tahun ke-15 Percik. Granat tiba-tiba meledak di tengah pesta penyambutan presiden. Sembilan orang tewas, 100 orang terluka, termasuk pengawal presiden. Soekarno sendiri beserta putra-putrinya selamat. Tiga orang ditangkap akibat kejadian tersebut. Mereka perantauan dari Bima yang dituduh sebagai antek teror gerakan DI/TII.
Percobaan pembunuhan kedua terjadi pada 9 Maret 1960. Tepat siang bolong Istana presiden dihentakkan oleh ledakan yang berasal dari tembakan kanon 23 mm pesawat Mig-17 yang dipiloti Daniel Maukar. Maukar adalah Letnan AU yang telah dipengaruhi Permesta. Kanon yang dijatuhkan Maukar menghantam pilar dan salah satunya jatuh tak jauh dari meja kerja Soekarno. Untunglah Soekarno tak ada di situ. Soekarno tengah memimpin rapat di gedung sebelah Istana Presiden.
Pada April 1960. Perdana Menteri Uni Soviet saat itu, Nikita Kruschev mengadakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Dia menyempatkan diri mengunjungi Bandung, Yogya dan Bali. Presiden Soekarno menyertainya dalam perjalanan ke Jawa Barat. Tatkala, sampai di Jembatan Rajamandala, ternyata sekelompok anggota DI/TII melakukan penghadangan. Beruntung pasukan pengawal presiden sigap meloloskan kedua pemimpin dunia tersebut.
Pada 7 Januari 1962. Presiden Soekarno tengah berada di Makassar. Malam itu, ia akan menghadiri acara di Gedung Olahraga Mattoangin. Ketika itulah, saat melewati jalan Cendrawasih, seseorang melemparkan granat. Granat itu meleset, jatuh mengenai mobil lain. Soekarno selamat. Pelakunya Serma Marcus Latuperissa dan Ida Bagus Surya Tenaya divonis hukuman mati.
Selain itu, percobaan pembunuhan terjadi pada 14 Mei 1962. Bachrum sangat senang ketika berhasil mendapatkan posisi duduk pada saf depan dalam barisan jemaah salat Idul Adha di Masjid Baiturahim. Begitu melihat Soekarno, dia mencabut pistol yang tersembunyi di balik jasnya, moncong lalu diarahkan ke tubuh soekarno. Klik! Apa daya jarinya kelu. Dalam sepersekian detik ketika tersadar, arah pun melenceng, dan peluru meleset dari tubuh Soekarno, menyerempet Ketua DPR GR KH Zainul Arifin. Haji Bachrum divonis hukuman mati, namun kemudian dia mendapatkan grasi.
Pada 1960-an. Presiden Soekarno dalam kunjungan kerja ke Sulawesi. Saat berada dalam perjalanan keluar dari Lapangan Terbang Mandai, sebuah peluru mortir ditembakkan anak buah Kahar Muzakkar. Arahnya kendaraan Bung Karno, tetapi ternyata meleset jauh. Soekarno sekali lagi, selamat.
Desember 1964. Presiden Soekarno dalam perjalanan dari Bogor menuju Jakarta. Rombongannya membentuk konvoi kendaraan. Dalam laju kendaraan yang perlahan, mata Soekarno sempat bersirobok dengan seorang lelaki tak dikenal di pinggir jalan. Perasaan Soekarno kurang nyaman. Benar saja, lelaki itu melemparkan sebuah granat ke arah mobil presiden. Beruntung, jarak pelemparannya sudah di luar jangkauan mobil yang melaju. Soekarno pun selamat.
Dari kesemuanya, Bung Karno tetap selamat, tetap sehat, dan tidak gentar. Dia terus saja menjalankan tugas kepresidenan dengan segala konsekuensinya. Dalam salah satu pernyataannya di biografi yang ditulis Cindy Adams, berkomentar tentang usaha-usaha pembunuhan yang dilakukan terhadapnya. Namun pengakuan Bung Karno terhadap cara untuk membunuhnya ternyata menjadi perhatian bagi mereka yang ingin membunuh Soekarno. Kekuatan Bung Karno adalah rakyatnya, dan dia hanya akan mati jika dijauhkan dari rakyatnya.
Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto dan atas dukungan Amerika Serikat (dan kroninya), melakukan upaya pembunuhan (bisa dibilang langsung, bisa pula tidak langsung) terhadap Bung Karno dengan cara yang telah disebutkan oleh Bung Karno sendiri. Hingga Mei 1967, Bung Karno seperti tahanan rumah. Meski masih berstatus Presiden, tetapi ia terpenjara di Istana. Tidak boleh keluar tanpa kawalan antek-antek Soeharto.
Situasi politik berbalik menempatkan Bung Karno pada stigma yang terburuk. Gerakan demonstasi mahasiswa yang didukung militer, pemberitaan media massa yang dikontrol Soeharto, membuat Bung Karno makin terpuruk. Usai ia dilengserkan oleh Sidang Istimewa MPRS, kemudian diasingkan di Bogor, kemudian disekap di Wisma Yaso, Jl Gatot Subroto. Ia benar-benar menjadi pesakitan. Yang paling menyakitkan adalah karena dia benar-benar dijauhkan dari rakyat. Rakyat yang menjadi “nyawa”-nya selama ini. Dengan cara itu pula, persis seperti yang ia utarakan dalam bukunya, Bung Karno wafat.
Sumber : http://www.infoyunik.com/2015/03/menguak-rahasia-dibalik-kesaktian-bung.html
Bung Karno sering mengalami percobaan pembunuhan. Semasa hidup Ia mengalami percobaan pembunuhan dari tingkat baru rencana sampai eksekusi (sebanyak) 23 kali. Namun menurut ajudan Soekarno, Sudarto Danusubroto mengatakan bahwa ada 7 kali percobaan pembunuhan terhadap Soekarno yang sangat menggentarkan.
Menurut kabar yang beredar di masyarakat, Bung Karno memiliki mustika pemberian Nyi Blorong yang melegendaris. Dalam cerita tersebut Nyi Blorong datang dan memberikan mustika merah delima jelamaan seekor naga dan mengatakan bahwa Bung Karno bukan saja akan menjadi pemimpin alam manusia, namun juga alam gaib. Tidak hanya Nyi Blorong, Bung Karno yang hobi dalam dunia supranatural ini sering bermimpin didatangi tokoh legenda dari alam lain seperti Kanjeng Sunan Kali Jaga beserta ibu Ratu Kidul Pajajaran, serta Nyi Roro Kidul.
Nah, benarkah Bung Karno juga merupakan manusia “sakti”? Dengan sejarah sedikitnya tujuh kali luput, lolos, dan terhindar dari kematian akibat ancaman fisik secara langsung, menjadi hal yang jamak kalau kemudian sebagian rakyat Indonesia menganggap Bung Karno adalah manusia dengan tingkat kesaktian tinggi.
Namun Bung Karno menampik jika lolosnya Ia dalam berbagai percobaan pembunuhan bukanlah karena bantuan dari alam lain. Ia menukas normatif, yang kurang lebih mengatakan bahwa mati-hidup adalah kehendak Tuhan. Manusia mencoba membunuh, kalau Tuhan belum berkehendak Ia mati, maka Ia belum akan mati. Namun Soekarno membeberkan bagaimana cara membunuhnya. Menurutnya rakyatlah yang membuatnya tetap hidup, sehingga untuk membunuhnya cukup menjauhkannya dari rakyatnya.
“Semua yang kucapai selama di dunia, ini adalah karena rakyatku tanpa rakyat aku tak bisa apa-apa. Jadi tidak perlu senapan, bom apalagi pesawat tempur hanya untuk membunuh seorang Bung Karno, jauhkan saja aku dari rakyatku, maka aku akan mati perlahan-lahan,”.
Benar saja, ayah dari Megawati Soekarno Putri ini selalu lolos meski dihujani geranat bahkan bom pesawat tempur. Percobaan pembunuhan pernah terjadi pada 30 November 1957. Presiden Soekarno datang ke Perguruan Cikini (Percik), tempat bersekolah putra-putrinya, dalam rangka perayaan ulang tahun ke-15 Percik. Granat tiba-tiba meledak di tengah pesta penyambutan presiden. Sembilan orang tewas, 100 orang terluka, termasuk pengawal presiden. Soekarno sendiri beserta putra-putrinya selamat. Tiga orang ditangkap akibat kejadian tersebut. Mereka perantauan dari Bima yang dituduh sebagai antek teror gerakan DI/TII.
Percobaan pembunuhan kedua terjadi pada 9 Maret 1960. Tepat siang bolong Istana presiden dihentakkan oleh ledakan yang berasal dari tembakan kanon 23 mm pesawat Mig-17 yang dipiloti Daniel Maukar. Maukar adalah Letnan AU yang telah dipengaruhi Permesta. Kanon yang dijatuhkan Maukar menghantam pilar dan salah satunya jatuh tak jauh dari meja kerja Soekarno. Untunglah Soekarno tak ada di situ. Soekarno tengah memimpin rapat di gedung sebelah Istana Presiden.
Pada April 1960. Perdana Menteri Uni Soviet saat itu, Nikita Kruschev mengadakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Dia menyempatkan diri mengunjungi Bandung, Yogya dan Bali. Presiden Soekarno menyertainya dalam perjalanan ke Jawa Barat. Tatkala, sampai di Jembatan Rajamandala, ternyata sekelompok anggota DI/TII melakukan penghadangan. Beruntung pasukan pengawal presiden sigap meloloskan kedua pemimpin dunia tersebut.
Pada 7 Januari 1962. Presiden Soekarno tengah berada di Makassar. Malam itu, ia akan menghadiri acara di Gedung Olahraga Mattoangin. Ketika itulah, saat melewati jalan Cendrawasih, seseorang melemparkan granat. Granat itu meleset, jatuh mengenai mobil lain. Soekarno selamat. Pelakunya Serma Marcus Latuperissa dan Ida Bagus Surya Tenaya divonis hukuman mati.
Selain itu, percobaan pembunuhan terjadi pada 14 Mei 1962. Bachrum sangat senang ketika berhasil mendapatkan posisi duduk pada saf depan dalam barisan jemaah salat Idul Adha di Masjid Baiturahim. Begitu melihat Soekarno, dia mencabut pistol yang tersembunyi di balik jasnya, moncong lalu diarahkan ke tubuh soekarno. Klik! Apa daya jarinya kelu. Dalam sepersekian detik ketika tersadar, arah pun melenceng, dan peluru meleset dari tubuh Soekarno, menyerempet Ketua DPR GR KH Zainul Arifin. Haji Bachrum divonis hukuman mati, namun kemudian dia mendapatkan grasi.
Pada 1960-an. Presiden Soekarno dalam kunjungan kerja ke Sulawesi. Saat berada dalam perjalanan keluar dari Lapangan Terbang Mandai, sebuah peluru mortir ditembakkan anak buah Kahar Muzakkar. Arahnya kendaraan Bung Karno, tetapi ternyata meleset jauh. Soekarno sekali lagi, selamat.
Desember 1964. Presiden Soekarno dalam perjalanan dari Bogor menuju Jakarta. Rombongannya membentuk konvoi kendaraan. Dalam laju kendaraan yang perlahan, mata Soekarno sempat bersirobok dengan seorang lelaki tak dikenal di pinggir jalan. Perasaan Soekarno kurang nyaman. Benar saja, lelaki itu melemparkan sebuah granat ke arah mobil presiden. Beruntung, jarak pelemparannya sudah di luar jangkauan mobil yang melaju. Soekarno pun selamat.
Dari kesemuanya, Bung Karno tetap selamat, tetap sehat, dan tidak gentar. Dia terus saja menjalankan tugas kepresidenan dengan segala konsekuensinya. Dalam salah satu pernyataannya di biografi yang ditulis Cindy Adams, berkomentar tentang usaha-usaha pembunuhan yang dilakukan terhadapnya. Namun pengakuan Bung Karno terhadap cara untuk membunuhnya ternyata menjadi perhatian bagi mereka yang ingin membunuh Soekarno. Kekuatan Bung Karno adalah rakyatnya, dan dia hanya akan mati jika dijauhkan dari rakyatnya.
Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto dan atas dukungan Amerika Serikat (dan kroninya), melakukan upaya pembunuhan (bisa dibilang langsung, bisa pula tidak langsung) terhadap Bung Karno dengan cara yang telah disebutkan oleh Bung Karno sendiri. Hingga Mei 1967, Bung Karno seperti tahanan rumah. Meski masih berstatus Presiden, tetapi ia terpenjara di Istana. Tidak boleh keluar tanpa kawalan antek-antek Soeharto.
Situasi politik berbalik menempatkan Bung Karno pada stigma yang terburuk. Gerakan demonstasi mahasiswa yang didukung militer, pemberitaan media massa yang dikontrol Soeharto, membuat Bung Karno makin terpuruk. Usai ia dilengserkan oleh Sidang Istimewa MPRS, kemudian diasingkan di Bogor, kemudian disekap di Wisma Yaso, Jl Gatot Subroto. Ia benar-benar menjadi pesakitan. Yang paling menyakitkan adalah karena dia benar-benar dijauhkan dari rakyat. Rakyat yang menjadi “nyawa”-nya selama ini. Dengan cara itu pula, persis seperti yang ia utarakan dalam bukunya, Bung Karno wafat.
Sumber : http://www.infoyunik.com/2015/03/menguak-rahasia-dibalik-kesaktian-bung.html
Menguak Rahasia Dibalik Kesaktian Bung Karno
Ir. Soekarno sang proklamator dan sekaligus presiden pertama di
Indonesia ini adalah sosok pemimpin besar. Putra Sang Fajar ini sangat
kharismatik, berwibawa, tegas, nasionalis, hingga revolusioner. Semangat
dan jiwa Nasionalisme tidak pernah pudar saat menorehkan dan
memperjuangkan Indonesia hingga menjadi negara yang berdaulat, bahkan
menjadi negara yang disegani oleh bangsa lain. Meski sudah lama
meninggal dunia, namun cerita tentang Soekarno selalu menarik untuk
dikaji, termasuk tentang kesaktian yang dimilikinya.
Bung Karno sering mengalami percobaan pembunuhan. Semasa hidup Ia mengalami percobaan pembunuhan dari tingkat baru rencana sampai eksekusi (sebanyak) 23 kali. Namun menurut ajudan Soekarno, Sudarto Danusubroto mengatakan bahwa ada 7 kali percobaan pembunuhan terhadap Soekarno yang sangat menggentarkan.
Menanggapi hal itu bukan menjadi takut dan gentar, Bung Karno malah
membuka rahasia bagaimana cara membunuhnya. Menjadi hal yang wajar kalau
kemudian sebagian rakyat Indonesia menganggap Bung Karno adalah manusia
dengan tingkat kesaktian tinggi. Lalu apa sebenarnya rahasia kesaktian
Bung Karno tersebut?
Menurut kabar yang beredar di masyarakat, Bung Karno memiliki mustika pemberian Nyi Blorong yang melegendaris. Dalam cerita tersebut Nyi Blorong datang dan memberikan mustika merah delima jelamaan seekor naga dan mengatakan bahwa Bung Karno bukan saja akan menjadi pemimpin alam manusia, namun juga alam gaib. Tidak hanya Nyi Blorong, Bung Karno yang hobi dalam dunia supranatural ini sering bermimpin didatangi tokoh legenda dari alam lain seperti Kanjeng Sunan Kali Jaga beserta ibu Ratu Kidul Pajajaran, serta Nyi Roro Kidul.
Nah, benarkah Bung Karno juga merupakan manusia “sakti”? Dengan sejarah sedikitnya tujuh kali luput, lolos, dan terhindar dari kematian akibat ancaman fisik secara langsung, menjadi hal yang jamak kalau kemudian sebagian rakyat Indonesia menganggap Bung Karno adalah manusia dengan tingkat kesaktian tinggi.
Namun Bung Karno menampik jika lolosnya Ia dalam berbagai percobaan pembunuhan bukanlah karena bantuan dari alam lain. Ia menukas normatif, yang kurang lebih mengatakan bahwa mati-hidup adalah kehendak Tuhan. Manusia mencoba membunuh, kalau Tuhan belum berkehendak Ia mati, maka Ia belum akan mati. Namun Soekarno membeberkan bagaimana cara membunuhnya. Menurutnya rakyatlah yang membuatnya tetap hidup, sehingga untuk membunuhnya cukup menjauhkannya dari rakyatnya.
“Semua yang kucapai selama di dunia, ini adalah karena rakyatku tanpa rakyat aku tak bisa apa-apa. Jadi tidak perlu senapan, bom apalagi pesawat tempur hanya untuk membunuh seorang Bung Karno, jauhkan saja aku dari rakyatku, maka aku akan mati perlahan-lahan,”.
Benar saja, ayah dari Megawati Soekarno Putri ini selalu lolos meski dihujani geranat bahkan bom pesawat tempur. Percobaan pembunuhan pernah terjadi pada 30 November 1957. Presiden Soekarno datang ke Perguruan Cikini (Percik), tempat bersekolah putra-putrinya, dalam rangka perayaan ulang tahun ke-15 Percik. Granat tiba-tiba meledak di tengah pesta penyambutan presiden. Sembilan orang tewas, 100 orang terluka, termasuk pengawal presiden. Soekarno sendiri beserta putra-putrinya selamat. Tiga orang ditangkap akibat kejadian tersebut. Mereka perantauan dari Bima yang dituduh sebagai antek teror gerakan DI/TII.
Percobaan pembunuhan kedua terjadi pada 9 Maret 1960. Tepat siang bolong Istana presiden dihentakkan oleh ledakan yang berasal dari tembakan kanon 23 mm pesawat Mig-17 yang dipiloti Daniel Maukar. Maukar adalah Letnan AU yang telah dipengaruhi Permesta. Kanon yang dijatuhkan Maukar menghantam pilar dan salah satunya jatuh tak jauh dari meja kerja Soekarno. Untunglah Soekarno tak ada di situ. Soekarno tengah memimpin rapat di gedung sebelah Istana Presiden.
Pada April 1960. Perdana Menteri Uni Soviet saat itu, Nikita Kruschev mengadakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Dia menyempatkan diri mengunjungi Bandung, Yogya dan Bali. Presiden Soekarno menyertainya dalam perjalanan ke Jawa Barat. Tatkala, sampai di Jembatan Rajamandala, ternyata sekelompok anggota DI/TII melakukan penghadangan. Beruntung pasukan pengawal presiden sigap meloloskan kedua pemimpin dunia tersebut.
Pada 7 Januari 1962. Presiden Soekarno tengah berada di Makassar. Malam itu, ia akan menghadiri acara di Gedung Olahraga Mattoangin. Ketika itulah, saat melewati jalan Cendrawasih, seseorang melemparkan granat. Granat itu meleset, jatuh mengenai mobil lain. Soekarno selamat. Pelakunya Serma Marcus Latuperissa dan Ida Bagus Surya Tenaya divonis hukuman mati.
Selain itu, percobaan pembunuhan terjadi pada 14 Mei 1962. Bachrum sangat senang ketika berhasil mendapatkan posisi duduk pada saf depan dalam barisan jemaah salat Idul Adha di Masjid Baiturahim. Begitu melihat Soekarno, dia mencabut pistol yang tersembunyi di balik jasnya, moncong lalu diarahkan ke tubuh soekarno. Klik! Apa daya jarinya kelu. Dalam sepersekian detik ketika tersadar, arah pun melenceng, dan peluru meleset dari tubuh Soekarno, menyerempet Ketua DPR GR KH Zainul Arifin. Haji Bachrum divonis hukuman mati, namun kemudian dia mendapatkan grasi.
Pada 1960-an. Presiden Soekarno dalam kunjungan kerja ke Sulawesi. Saat berada dalam perjalanan keluar dari Lapangan Terbang Mandai, sebuah peluru mortir ditembakkan anak buah Kahar Muzakkar. Arahnya kendaraan Bung Karno, tetapi ternyata meleset jauh. Soekarno sekali lagi, selamat.
Desember 1964. Presiden Soekarno dalam perjalanan dari Bogor menuju Jakarta. Rombongannya membentuk konvoi kendaraan. Dalam laju kendaraan yang perlahan, mata Soekarno sempat bersirobok dengan seorang lelaki tak dikenal di pinggir jalan. Perasaan Soekarno kurang nyaman. Benar saja, lelaki itu melemparkan sebuah granat ke arah mobil presiden. Beruntung, jarak pelemparannya sudah di luar jangkauan mobil yang melaju. Soekarno pun selamat.
Dari kesemuanya, Bung Karno tetap selamat, tetap sehat, dan tidak gentar. Dia terus saja menjalankan tugas kepresidenan dengan segala konsekuensinya. Dalam salah satu pernyataannya di biografi yang ditulis Cindy Adams, berkomentar tentang usaha-usaha pembunuhan yang dilakukan terhadapnya. Namun pengakuan Bung Karno terhadap cara untuk membunuhnya ternyata menjadi perhatian bagi mereka yang ingin membunuh Soekarno. Kekuatan Bung Karno adalah rakyatnya, dan dia hanya akan mati jika dijauhkan dari rakyatnya.
Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto dan atas dukungan Amerika Serikat (dan kroninya), melakukan upaya pembunuhan (bisa dibilang langsung, bisa pula tidak langsung) terhadap Bung Karno dengan cara yang telah disebutkan oleh Bung Karno sendiri. Hingga Mei 1967, Bung Karno seperti tahanan rumah. Meski masih berstatus Presiden, tetapi ia terpenjara di Istana. Tidak boleh keluar tanpa kawalan antek-antek Soeharto.
Situasi politik berbalik menempatkan Bung Karno pada stigma yang terburuk. Gerakan demonstasi mahasiswa yang didukung militer, pemberitaan media massa yang dikontrol Soeharto, membuat Bung Karno makin terpuruk. Usai ia dilengserkan oleh Sidang Istimewa MPRS, kemudian diasingkan di Bogor, kemudian disekap di Wisma Yaso, Jl Gatot Subroto. Ia benar-benar menjadi pesakitan. Yang paling menyakitkan adalah karena dia benar-benar dijauhkan dari rakyat. Rakyat yang menjadi “nyawa”-nya selama ini. Dengan cara itu pula, persis seperti yang ia utarakan dalam bukunya, Bung Karno wafat.
Sumber : http://www.infoyunik.com/2015/03/menguak-rahasia-dibalik-kesaktian-bung.html
Bung Karno sering mengalami percobaan pembunuhan. Semasa hidup Ia mengalami percobaan pembunuhan dari tingkat baru rencana sampai eksekusi (sebanyak) 23 kali. Namun menurut ajudan Soekarno, Sudarto Danusubroto mengatakan bahwa ada 7 kali percobaan pembunuhan terhadap Soekarno yang sangat menggentarkan.
Menurut kabar yang beredar di masyarakat, Bung Karno memiliki mustika pemberian Nyi Blorong yang melegendaris. Dalam cerita tersebut Nyi Blorong datang dan memberikan mustika merah delima jelamaan seekor naga dan mengatakan bahwa Bung Karno bukan saja akan menjadi pemimpin alam manusia, namun juga alam gaib. Tidak hanya Nyi Blorong, Bung Karno yang hobi dalam dunia supranatural ini sering bermimpin didatangi tokoh legenda dari alam lain seperti Kanjeng Sunan Kali Jaga beserta ibu Ratu Kidul Pajajaran, serta Nyi Roro Kidul.
Nah, benarkah Bung Karno juga merupakan manusia “sakti”? Dengan sejarah sedikitnya tujuh kali luput, lolos, dan terhindar dari kematian akibat ancaman fisik secara langsung, menjadi hal yang jamak kalau kemudian sebagian rakyat Indonesia menganggap Bung Karno adalah manusia dengan tingkat kesaktian tinggi.
Namun Bung Karno menampik jika lolosnya Ia dalam berbagai percobaan pembunuhan bukanlah karena bantuan dari alam lain. Ia menukas normatif, yang kurang lebih mengatakan bahwa mati-hidup adalah kehendak Tuhan. Manusia mencoba membunuh, kalau Tuhan belum berkehendak Ia mati, maka Ia belum akan mati. Namun Soekarno membeberkan bagaimana cara membunuhnya. Menurutnya rakyatlah yang membuatnya tetap hidup, sehingga untuk membunuhnya cukup menjauhkannya dari rakyatnya.
“Semua yang kucapai selama di dunia, ini adalah karena rakyatku tanpa rakyat aku tak bisa apa-apa. Jadi tidak perlu senapan, bom apalagi pesawat tempur hanya untuk membunuh seorang Bung Karno, jauhkan saja aku dari rakyatku, maka aku akan mati perlahan-lahan,”.
Benar saja, ayah dari Megawati Soekarno Putri ini selalu lolos meski dihujani geranat bahkan bom pesawat tempur. Percobaan pembunuhan pernah terjadi pada 30 November 1957. Presiden Soekarno datang ke Perguruan Cikini (Percik), tempat bersekolah putra-putrinya, dalam rangka perayaan ulang tahun ke-15 Percik. Granat tiba-tiba meledak di tengah pesta penyambutan presiden. Sembilan orang tewas, 100 orang terluka, termasuk pengawal presiden. Soekarno sendiri beserta putra-putrinya selamat. Tiga orang ditangkap akibat kejadian tersebut. Mereka perantauan dari Bima yang dituduh sebagai antek teror gerakan DI/TII.
Percobaan pembunuhan kedua terjadi pada 9 Maret 1960. Tepat siang bolong Istana presiden dihentakkan oleh ledakan yang berasal dari tembakan kanon 23 mm pesawat Mig-17 yang dipiloti Daniel Maukar. Maukar adalah Letnan AU yang telah dipengaruhi Permesta. Kanon yang dijatuhkan Maukar menghantam pilar dan salah satunya jatuh tak jauh dari meja kerja Soekarno. Untunglah Soekarno tak ada di situ. Soekarno tengah memimpin rapat di gedung sebelah Istana Presiden.
Pada April 1960. Perdana Menteri Uni Soviet saat itu, Nikita Kruschev mengadakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Dia menyempatkan diri mengunjungi Bandung, Yogya dan Bali. Presiden Soekarno menyertainya dalam perjalanan ke Jawa Barat. Tatkala, sampai di Jembatan Rajamandala, ternyata sekelompok anggota DI/TII melakukan penghadangan. Beruntung pasukan pengawal presiden sigap meloloskan kedua pemimpin dunia tersebut.
Pada 7 Januari 1962. Presiden Soekarno tengah berada di Makassar. Malam itu, ia akan menghadiri acara di Gedung Olahraga Mattoangin. Ketika itulah, saat melewati jalan Cendrawasih, seseorang melemparkan granat. Granat itu meleset, jatuh mengenai mobil lain. Soekarno selamat. Pelakunya Serma Marcus Latuperissa dan Ida Bagus Surya Tenaya divonis hukuman mati.
Selain itu, percobaan pembunuhan terjadi pada 14 Mei 1962. Bachrum sangat senang ketika berhasil mendapatkan posisi duduk pada saf depan dalam barisan jemaah salat Idul Adha di Masjid Baiturahim. Begitu melihat Soekarno, dia mencabut pistol yang tersembunyi di balik jasnya, moncong lalu diarahkan ke tubuh soekarno. Klik! Apa daya jarinya kelu. Dalam sepersekian detik ketika tersadar, arah pun melenceng, dan peluru meleset dari tubuh Soekarno, menyerempet Ketua DPR GR KH Zainul Arifin. Haji Bachrum divonis hukuman mati, namun kemudian dia mendapatkan grasi.
Pada 1960-an. Presiden Soekarno dalam kunjungan kerja ke Sulawesi. Saat berada dalam perjalanan keluar dari Lapangan Terbang Mandai, sebuah peluru mortir ditembakkan anak buah Kahar Muzakkar. Arahnya kendaraan Bung Karno, tetapi ternyata meleset jauh. Soekarno sekali lagi, selamat.
Desember 1964. Presiden Soekarno dalam perjalanan dari Bogor menuju Jakarta. Rombongannya membentuk konvoi kendaraan. Dalam laju kendaraan yang perlahan, mata Soekarno sempat bersirobok dengan seorang lelaki tak dikenal di pinggir jalan. Perasaan Soekarno kurang nyaman. Benar saja, lelaki itu melemparkan sebuah granat ke arah mobil presiden. Beruntung, jarak pelemparannya sudah di luar jangkauan mobil yang melaju. Soekarno pun selamat.
Dari kesemuanya, Bung Karno tetap selamat, tetap sehat, dan tidak gentar. Dia terus saja menjalankan tugas kepresidenan dengan segala konsekuensinya. Dalam salah satu pernyataannya di biografi yang ditulis Cindy Adams, berkomentar tentang usaha-usaha pembunuhan yang dilakukan terhadapnya. Namun pengakuan Bung Karno terhadap cara untuk membunuhnya ternyata menjadi perhatian bagi mereka yang ingin membunuh Soekarno. Kekuatan Bung Karno adalah rakyatnya, dan dia hanya akan mati jika dijauhkan dari rakyatnya.
Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto dan atas dukungan Amerika Serikat (dan kroninya), melakukan upaya pembunuhan (bisa dibilang langsung, bisa pula tidak langsung) terhadap Bung Karno dengan cara yang telah disebutkan oleh Bung Karno sendiri. Hingga Mei 1967, Bung Karno seperti tahanan rumah. Meski masih berstatus Presiden, tetapi ia terpenjara di Istana. Tidak boleh keluar tanpa kawalan antek-antek Soeharto.
Situasi politik berbalik menempatkan Bung Karno pada stigma yang terburuk. Gerakan demonstasi mahasiswa yang didukung militer, pemberitaan media massa yang dikontrol Soeharto, membuat Bung Karno makin terpuruk. Usai ia dilengserkan oleh Sidang Istimewa MPRS, kemudian diasingkan di Bogor, kemudian disekap di Wisma Yaso, Jl Gatot Subroto. Ia benar-benar menjadi pesakitan. Yang paling menyakitkan adalah karena dia benar-benar dijauhkan dari rakyat. Rakyat yang menjadi “nyawa”-nya selama ini. Dengan cara itu pula, persis seperti yang ia utarakan dalam bukunya, Bung Karno wafat.
Sumber : http://www.infoyunik.com/2015/03/menguak-rahasia-dibalik-kesaktian-bung.html
Minggu, 31 Juli 2016
Lima Wanita Wonder Women Paling Hebat di Dunia
Dimasa lalu keberadaan wanita kerap dijadikan sebagai yang terendah dari segalanya. Wanita dianggap sebagai makhluk lemah yang tiada guna dan hanya dijadikan sebagai pemuas nafsu belaka oleh para lelaki di masa lalu. Tubuhnya yang lemah tak bisa dipakai berjuang di medan perang. Al hasil banyak orang tua di masa lalu yang membunuh bakan membuang anaknya yang terlahir sebagai seorang perempuan.
Namun waktu terus bejalan, keberadaan perempuan pun semakin di akui. Karena tidak ingin dianggap sebagai makhluk yang lemah beberapa perempuan berjuang dan berhasil memperoleh kedudukan yang tinggi diatas para pria. Bukan sebagai raja namun sebagai pemimpin langsung ketika berada di medan perang. Seperti yang dilakukan oleh lima wanita wonder women berikut ini. Dengan kegigihannya mereka tak takut berdiri paling depan dan menyoraki semangat tempur kepada pasukan yang mayoritas semuanya adalah kaum pria.
Kini nama mereka dikenang dan masuk dalam tokoh sejarah berpengaruh di dunia. Keberanian wanita hebat tersebut menjadi bukti jika perempuan tak selamanya selalu berada dibelakang para lelaki. Perempuan bisa berbuat lebih jauh dan perempuan bisa lebih hebat dari laki-laki dalam berbagai tingkatan. Berikut kami informasikan lima wanita wonder women paling hebat di dunia, salah satunya datang dari Indonesia :
Joan of Arc - Prancis

Bicara tentang wanita tangguh dalam sejarah tentu belum lengkap tanpa menyebutkan nama Joan of Arc. Namanya disebut-sebut sebagai prajurit wanita terkuat dalam sejarah. Pasalnya, Joan berhasil memimpin pertempuran penentu sejarah Prancis di Orleans dan mengantarkan Charles VII pada tahta kerajaan. Semua itu dilakukannya di usia 17 tahun.
Sepak terjang Joan di medan perang dimulai ketika dia mendapat 'bisikan Tuhan' untuk menempatkan Charles di tahta Kerajaan Prancis. Setelah berhasil menyelesaikan misinya, Joan terus berperang atas nama Charles. Namun pada tahun 1456 Joan ditangkap dan diadili secara sepihak. Joan dituduh sebagai tukang sihir dan dihukum bakar. Seabad kemudian barulah namanya dipulihkan oleh gereja Katolik dan diangkat menjadi santo.
Trieu Thi Trinh - Vietnam

Trieu Thi Trinh kadang disebut Joan of Arc dari Vietnam. Dia adalah seorang prajurit yang memimpin pemberontak Vietnam dalam melawan China pada abad 3. Trieu digambarkan sebagai wanita bertubuh raksasa yang kerap membawa dua bilah pedang dan mengendarai seekor gajah. Legenda menyebutkan Trieu pernah berlaga di 30 pertempuran.
Dilansir History, Trieu tewas dalam pertempuran saat usianya masih 23 tahun. Namun namanya tetap dipuja oleh warga Vietnam hingga saat ini, terutama karena jiwa patriotis dan pemikirannya yang sangat feminis untuk ukuran zaman itu.
"Saya tidak akan mundur bersama para wanita yang menundukkan kepala mereka dan pasrah menjadi selir. Saya ingin menaiki prahara, menjinakkan gelombang, membunuh hiu. Saya tidak memiliki keinginan untuk dianiaya."
Tomoe Gozen - Jepang

Prajurit wanita asal Asia yang terkenal akan ketangguhannya, Tomoe Gozen namanya. Gozen adalah seorang Onna-bugeisha, sebutan untuk prajurit wanita dari kelas samurai. Gozen termasuk satu dari segelintir samurai wanita pemberani dalam sejarah Jepang. Dilansir History, Gozen mengabdi untuk shogun Minamoto no Yoshinaka. Dia ikut berjuang dalam perang Genpei yang berlangsung dari 1180 hingga 1185.
Hikayat Heike menyebutkan Tomoe Gozen sebagai seorang pemanah yang andal. Keahliannya dianggap setara dengan ribuan prajurit. Walaupun begitu Gozen sama sekali tak kehilangan sifat kewanitaannya. Dia digambarkan sebagai seorang wanita yang cantik dan anggun dengan rambut hitam panjang.
Malahayati - Indonesia

Indonesia boleh berbangga hati, sebab negara kita sempat memiliki seorang wanita tangguh bernama Keumalahayati atau Malahayati. Malahayati tercatat sebagai laksamana wanita pertama di dunia.
Malahayati mengasah kemampuannya di akademi militer Ma'had Baitul Maqdis dan mengawali karir sebagai komandan protokol di istana. Dilansir BIN, Malahayati pernah memimpin ratusan janda dalam pertempuran laut untuk melawan armada militer Belanda di tahun 1599. Dalam pertempuran tersebut, perempuan Aceh ini berhasil menewaskan Cornelis de Houtman.
Nama Malahayati begitu tersohor hingga sampai ke telinga Ratu Elizabeth I, penguasa wanita Inggris. Karena itulah Inggris membatalkan niat untuk menaklukkan Selat Malaka.
Jeanne Baret - Prancis

Jeanne Baret adalah ahli tumbuhan dan penjelajah wanita pertama yang mengelilingi dunia. Pada 1766 , wanita Prancis berusia 26 tahun ini menumpang kapal dan menyamar sebagai seorang pria bernama Jean.
Baret berlayar ke seluruh penjuru seluruh dunia, mengumpulkan, dan mempelajari sampel tanaman bersama kekasihnya, ahli botani Philibert Commercon. Baret kembali ke Prancis hampir satu dekade kemudian dan menunjukkan hasil temuannya pada publik. Pemerintah lantas mengakui hasil observasinya sebagai sumbangsih besar bagi ilmu pengetahuan. Dia dianggap sebagai penjelajah dan ahli botani wanita yang luar biasa.Sumber : http://www.anakregular.com/2016/03/lima-wanita-wonder-women-paling-hebat-di-dunia.html
Langganan:
Postingan (Atom)




